Ground Breaking, Proyek Pasar Tradisional Kedungwuni Telan Rp 26 Miliar

0
28

KAJEN – Pembangunan pasar Kedungwuni Blok B dan C, secara resmi dimulai. Pembangunan ditandai dengan Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. Diikuti Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Kasie Intel Kejari Kajen mewakili Kajari, Danramil Kedungwuni mewakili Dandim 0710 Pekalongan, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan, tokoh masyarakat Kedungwuni oleh Rois Syuriah PCNU KH. Muhammadun Raden Jundi, (13/07/2018).

Pembangunan Blok B dan C Pasar Kedungwuni dengan nilai total anggaran sebesar Rp 26 miliar, berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan Rp 16 miliar dan Rp 10 miliar dari Bantuan Provinsi Jawa Tengah.

Bupati dalam sambutannya mengungkapkan puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT karena pada hari ini memulai babak baru peletakkan batu pertama pembanguna Pasar Kedungwuni. “Saya rasa ini adalah pembangunan terbesar kedua setelah sebelumnya yang sedang berjalan yaitu pembangunan tanggul rob dengan total anggaran sekitar Rp 600 miliar. Dimana dananya bersumber dari APBN. Sedangkan pembangunan Pasar Kedungwuni ini adalah sindikasi dari APBD Kabupaten Pekalongan dan APBD Provinsi Jawa Tengah. Insya Allah tahun ini ada dua kegiatan dan tahun berikutnya akan kita selesaikan, dengan total anggaran yang kita susun hingga Rp 100 miliar,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengutarakan, bahwa secara umum prosesi pindahan hamper 2000 pedagang dari pasar induk ke pasar darurat berjalan baik, aman dan lancar, tanpa halangan suatu apapun. Hal ini menandakan bahwa pertama, warga pasar sangat mendukung program Pemerintah. Kedua, kita memang antisipatif, selalu membuka kran komunikasi.
“Saya punya obsesi karena Kabupaten Pekalongan ini merupakan sentra industry. Maka nanti pusat pemasarannya tidak usah jauh-jauh ke Tanah Abang, Cipuler, Klewer dan lain sebagainya. Cukup di Kedungwuni ini saja. Alangkah indahnya para pedagang datang kesini,” tutur Bupati.

Baca juga :  Jadikan Pelajar Sebagai Agens Penangkal Radikalisme serta Berita Hoax

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop dan UKM) Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Hurip Budi Riyantini, dalam laporannya menyampaikan bahwa pasar Kedungwuni terdiri atas 11 blok yakni A sampai K. Yang sudah dibangun ada 2 dan tahun ini 2 lagi. Sehingga masih ada 7 blok lagi yang akan kita bangun hingga tahun 2020. “Tahun 2018 ini kita bangun Blok B dengan anggaran sebesar Rp 16 miliar yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Pekalongan dan Blok C dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari dana Bantuan Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Masih menurut Tining panggilan Akrab Hurip Budi Riyantini, pemenang lelang untuk Blok B adalah PT. Heksindo Multi Utama dari Jakarta dengan nilai kontrak Rp 15.564.200.000,- dan Blok C PT. Elsa Graha Multi Karya Jakarta, dengan total kontrak sebesar Rp 9.656.125.000,-. Kemudian ada pendampingan dari mulai proses lelang, pelaksanaan dan pengawasannya yaitu CV Memalisaat Semarang dengan nilai kontrak sebesar Rp 318.000.000,-.(UJ/6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here