Pulau Tiban Primadona Wisata Baru Di Kendal

0
966
Obyek wisata Pulau Tiban yang berada di Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon kini menjadi primadona wisata baru di Kabuapten Kendal.

Kendal – Belum lama ini Kabupaten Kendal memiliki obyek wisata baru yang bernama Pulau Tiban. Ya, Pulau yang berada di posisir Pantai Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon merupakan primadona baru di Kabupaten Kendal. Obyek wisata yang mulai dibuka tanggal 28 November 2014 ini dikelola Pokdarwis yang melibatkan masyarakat desa setempat. Lokasinya juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 km dari Kota Kendal.

Dari arah Kecamatan Cepiring, Kendal, setelah jembatan Sungai Bodri, pengunjung belok kiri menuju arah Purwosari. Setelah itu, ikuti jalan hingga menemui pertigaan Wonosari.

Kemudian ambil jalan ke kiri menuju Desa Kartika Jaya Patebon. Dari situ, akan ada papan penunjuk yang mengarahkan pengunjung menuju Pulau Tiban.

Humas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kartikajaya, Joko Basuki menjelaskan, pulau tiban merupakan wisata primadona baru di Kabupaten Kendal. Dikatakan dengan dibimbing Dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal wisata baru ini berhasil mencuri perhatian masyarakat Kendal dan sekitarnya.

Joko menceritakan, Pulau Tiban dahulu merupakan laut lepas yang tidak berpantai. Namun beberapa tahun lalu, muncul secara mendadak daratan yang terbentuk dari pasir yang terbawa gelombang laut. Awalnya, daratan itu hanya sepanjang 50 meter namun kini luasnya sudah mencapai 7 hektar. Daratan itu kemudian ditanami pohon cemara. Dari tahun ke tahun, panjang daratan kian bertambah seiring banyaknya endapan pasir yang terkumpul. Pohon cemara yang ditanam pun ikut ditambah.

Kini, pulau Tiban merupakan daratan sabuk pantai dengan ukuran panjang kira-kira satu kilometer dan terus bertambah.“Pemandangan dan lokasi yang cantik membuat pengelola mantab menjadikan pulau ini sebagai obyek wisata dan diberi nama Pulau Tiban,” ujar Joko. Dikatakan, sebenarnya, keberadaan pulau Tiban tidak serta-merta seperti yang dibayangkan para pengunjung. Nama Pulau Tiban itu dipilih agar memunculkan penasaran masyarakat.

Baca juga :  GP ANSOR Gandeng IPNU-IPPNU Konferancab Bersama

Dijelaksan, dari Desa Kartikajaya Speadboat akan mengantar pengunjung menuju Pulau Tiban. Untuk mencapai pulau ini, pengunjung harus menumpang perahu dari dermaga sungai Ringin. Terdapat dua jenis perahu yang dioperasikan untuk mengantar jemput penumpang yakni disediakan tujuh perahu kayu dan speedboat.

Perahu berkapasitas 15-20 orang ini siap mengangkut penumpang yang ingin berwisata di Pulau Tiban.

Disebutkan Tarjum, apabila akhir pekan, perahu bisa bolak-balik 15-20 kali untuk mengantar penumpang.

Pengunjung akan menyusuri perairan sepanjang 1,5 kilometer sebelum tiba di Pulau Tiban.

Pihaknya bersyukur saat ini Pulau Tiban sudah dikenal masyarakat luas. Rata-rata kalau hari libur pengunjungnya bisa mencapai 300-400 bahkan tahun 2016 pengunjung sampai 1000 wisatawan baik lokal Kendal, Semarang, Kudus Jogjakarta hingga manca negara.”Sudah tiga kali siswa asal Hongkong berkunjung ke Pulau Tiban,” ujarnya.

Pohon Cemara Yang Cantik

Setibanya di Pulau Tiban, pengunjung akan disambut dengan barisan pohon cemara yang cantik dan indah. Pengunjung memanfaatkan Pulau Tiban sebagai tempat bersantai dengan cara lesehan di bawah rindangnya pohon cemara

Burung bangau putih kerap menampakkan diri bertengger di tanah berlumpur. Gugusan mangrove yang ditanam masyarakat menjadi benteng pulau ini dari gempuran air laut.

Pagar berjaring turut dipasang sebagai pengaman. Saung-saung juga dibangun sebagai tempat berleha-leha pengunjung.

Pengunjung dibebaskan menikmati keindahan Pulau Tiban tanpa perlu khawatir tidak bisa pulang ke desa Kartika Jaya yang ada di seberang. Perahu-perahu yang terparkir di dermaga siap mengantar penumpang sewaktu-waktu.

“Pihak pengelola Pulau Tiban membatasi jam wisata dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” tutur Joko.

Salah satu pengunjung yang tertarik datang ke Pulau Tiban Yulianti (20) warga Semarang mengatakan, dirinya berkunjung ke Pulau Tiban yang berlokasi di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, setelah mendengar cerita keelokan Pulau Tiban dari temannya.

Baca juga :  Kreativitas Kerajinan Tata Busana SMK Harapan Mulya

Menurut Yulianti, Pulau Tiban kini menjadi primadona wisata di Kendal saat ini karena banyak dibicarakan masyatakat. Ia pun penasaran keindahanya shingga langsung mengiyakan ajakan temannya untuk menyambangi wisata baru ini.

Ditambahkan, disepanjang pulau, ia bisa menyaksikan laut dengan ombak yang tenang. Pohon cemara yang berjejer di kanan kiri jalan masuk menjadi spot kesukaannya saat berfoto.Banyak juga keluarga yang berwisata ke pulau ini dengan bersantai sambil menggelar tikar dibawah pohon cemara. Ada pulau yang menceburkan diri ke laut untuk berenang di tepian. Ada juga yang asyik memanjat pohon dengan latar laut.”Bagi yang penasaran silahkan saja berkunjung ke Pulau Tiban,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Kepala Disporapar Kabupaten Kendal Tavip Purnomo mengatakan, Pemkab Kendal terus melakukan pendampingan dan peningkatan fasilitad Pulau Tiban baik infrastruktur dan transportasi terus dibenahi.”Untuk infrastruktur tahun 2018 ada peningkatan, kita juga ajak Pokdarwis untuk studi banding ke Jogjakarta untuk pengembangan,” jelasnya.

Tavip mmenambahkan,Pulau Tiban bisa menjadi wisata pilihan untuk mengisi liburan warga Kendal dan sekitarnya saat liburan. (1)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here