Lestarikan Budaya, Setahun Sekali Keris Pusaka Blora Di Jamas

0
48

BLORA – Sejumlah benda pusaka Kabupaten Blora dijamas atau dicuci menjelang peringatan Hari Jadi ke-270. Jamasan pusaka dilaksanakan di area lapangan tenis sebelah rumah dinas Bupati Blora, Jawa Tengah, Senin (09/12/2019).

Kepala Dinas Kepemudaan Olah Raga Kebudayaan Priwisata (Dinporabudpar) Slamet Pamuji menyampaikan, prosesi jamasan kali ini diserahkan kepada Yayasan Mahameru.

Dikatakan, Jamasan pusaka sudah menjadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap benda-benda pusaka peninggalan leluhur yang secara administrasi milik Pemkab Blora.”Penjamasan ini  dilakukan untuk merawat dan merjaga keaslian benda pusaka peninggalan leluhur,” kata Slamet Pamuji.

Dikatakan, sebelum penjamasan dilaksanakan, terlebih dulu diawali dengan doa bersama memohon keselamatan kepada Tuhan. Selain itu ada nasi tumpeng dan beberapa kue dan makanan sesaji lainnya.”Sedikitnya ada sembilan jenis pusaka yang dijamas, di antaranya keris dan tombak,” ucap Kepala Dinporabudpar.

Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Mahameru Gatot Pranoto menyampaikan jamasan ini merupakan bentuk perawatan rutin setiap tahun pada pusaka peninggalan yang secara adminitrasi milik Kabupaten Blora agar tidak terjadi oksidasi.“Jadi ini perawatan rutin setiap tahun. Dari sisi teknis itu perawatan logam agar tidak terjadi oksidasi,” jelasnya.

Terkait dengan keris pusaka Kyai Bisma, menurut Gatot Pranoto, secara normatif itu yang dipakai sebagai inventaris Kabupaten Blora yang merupakan kekancingan kepada Bupati Blora yang menjabat pertama kali atas berdirinya Kabupaten Blora.

Imbuh Gatot Pranoto, prosesi jamasan diperlukan warangan yakni sejenis bahan kimia yang terdapat di toko bahan kimia.“Warangan berguna membersihkan permukaan besi tosan aji (pusaka), sekaligus untuk lebih mempertajam pamor benda pusaka itu sendiri,” jelasnya.

Untuk diketahui, Beberapa piranti jamasan pusaka yang diperlukan yaitu kembang (bunga) setaman terdiri dari 5 macam bunga antara lain bunga mawar merah, melati, kanthil, mawar putih, kenanga.

Kemudian pewangi (minyak wangi) dengan bahan dasar bunga melati atau kayu cendana, jeruk nipis, atau belimbing wuluh, nampan atau baki, menyan(kemenyan) atau dupa (ratus), kelapa, kain mori sekitar 1-2 meter dan tikar serta sikat gigi yang baru. Setelah dijamas kemudian dijemur hingga beberapa waktu. (KU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here