Akibat Nunggu Diresmikan Presiden, Pasar Rakyat Reban Belum Ditempati

0
637

Batang – Pembangunan pasar rakyat Desa Reban Kecamatan Reban yang menggunakan dana pemerintah pusat sudah selesai 100%, Walaupun sudah selesai pembangunannya tapi belum ditempati, pasalnya rencananya yang akan meresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Karena menggunakan dana pusat maka rencananya yang akan meresmikan Presiden atau Menteri, karena dari pemerintah pusat Pemkab tidak boleh meresmikan hanya di perkenankan tasyakuran saja,” Kata Bupati Wihaji saat meninjau Pasar Rakyat Fesa Reban Kecamatan Reban,(18/03/2018).

Ia juga menjelaskan, Walaupun sudah selesai, akan tetapi setelah kami cek ada beberapa infrastruktur yang yang perlu kita benahi seperti area parkir dan halaman pasar belum diaspal. Untuk memperbaiki dan agar Pemkab bisa menarik retribusi, Pemkab masih menunggu surat resmi hibah pasar tersebut.

” Pemkab menunggu surat resmi hibah pasar dari Pemerintahan pusat sebelum menarik retribusi dan sambil menggu itu semua kita akan benahi infrastrukturnya.” Kata Wihaji

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM M Isnanto melalui Kepala Bidang Pasar Edi Joko Priyanto mengatakan, Pembangunan Pasar Rakyat Reban dengan tipe “C” dibangun diatas tanah seluas 20000 m2 dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp.4,59 milyar.

” Dari ketersediaan tanah 20000 m2 tetapi yang digunakan untuk bangunan pasar hanya 420 m2 dengan dana APBN sebesar Rp.4,59 milyar untuk 35 kios,198 los, yang di lengkapi ruang menyusui, rauang ATM, mushola, toilet, Tempat Pembuangan Sampar dan tempat pemotongan hewan. Adapun untuk lantai atas hanya digunakan untuk kantor pengelola pasar.” Kata Edi Joko Priyanto

Untuk pemindahan pedagang lama ke pasar baru lanjutnya, akan ada pendataan, akan mengutamakan pedagang lama yang mempunyai hak, namun Pemkab akan berkordinsai dengan Pemerintah desa.

Baca juga :  Resufle SOTK, Bupati Batang Ajak Ratusan Pejabat Naik Andong

” Untuk pedagang lama ada 170 pedagang kios dan los, dipasar baru ketersediaan kios sebanyak 35 dan los sebanyak 198.” Kata Edi Joko Priyanto.(6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here