Aliansi Masyarakat Jawa Tengah Bersatu Tolak Korupsi Geruduk Kejati Jateng, Minta Eks Jampidsus Ditahan

0
10

SEMARANG – Aliansi Masyarakat Jawa Tengah Bersatu Tolak Korupsi menggeruduk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menuntut Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah segera ditahan sebagai wujud penegakan hukum yang berkeadilan.  Aksi yang digelar di halaman depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang diikuti puluhan massa mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai pukul 10.30 WIB, dan berlangsung tertib dan khidmat. Aksi ditutup dengan momen menyentuh berupa penyanyian Lagu Indonesia Raya serta penghormatan kepada Sang Merah Putih sebagai wujud cinta tanah air dan komitmen menjaga marwah hukum negara. Jum’at. ( 24/7/2026).

Koordinator aksi, Eko Pranowo dalam orasinya Kejaksaan harus menjadi penegak hukum yang berwibawa dan tanpa pandang bulu.“Hidup Rakyat Indonesia! Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu, aksi ini sebagai wujud kepedulian luas masyarakat terhadap perkembangan penanganan dugaan perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah yang semakin tidak jelas arahnya,” kata Eko.

Menurutnya, aliansi khawatir atas keterlambatan proses hukum tersebut serta tidak kepastian hukum, masyarakat tidak percaya lagi dengan penegakan hukum di Indonesia.”Harapan kami agar keadilan ditegakkan secara murni dan objektif, tidak pandang bulu siapapun yang korupsi harus ditindak,” tegasnya.

Eko menjelaskan, dalam pernyataan sikap yang diserahkan kepada pihak berwenang, terdapat lima poin tuntutan utama yaitu Mendesak aparat penegak hukum segera memberikan kepastian hukum secara terbuka dan profesional kepada seluruh masyarakat terkait perkembangan perkara. Menuntut pemeriksaan yang berjalan independen, transparan, serta bebas dari segala bentuk intervensi pihak manapun. Mendesak penetapan status hukum serta penahanan apabila bukti permulaan dan syarat hukum yang berlaku telah terpenuhi. Menolak segala bentuk perlindungan, konflik kepentingan, serta praktik tebang pilih dalam setiap tahapan penegakan hukum.Mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut mengawal proses hukum ini hingga tuntas dan menghasilkan keadilan yang nyata.

“Jabatan bukan tameng hukum! Jika bukti cukup, periksa dan tahan! Jabatan bukan tameng hukum, keadilan tidak boleh tunduk pada kekuasaan! Jika bukti telah cukup, periksa, tetapkan, dan tahan sesuai hukum, Hukum yang lambat adalah keadilan yang terabaikan,” tegasnya.

Aliansi menegaskan kegiatan ini sama sekali bukan untuk merendahkan institusi penegak hukum, melainkan bertujuan mengembalikan kepercayaan publik bahwa hukum berlaku setara bagi siapa saja, tanpa memandang jabatan, kedudukan, maupun pengaruh yang dimiliki. Selama berlangsung, kegiatan senantiasa dijaga ketertibannya bersama aparat keamanan yang bertugas di lokasi. (Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini