Inilah Cerita Pilu Lusiana-Hepy Selama Bekerja di Malaysia

0
6860

Selama bekerja 18 bulan dengan gaji 1100 ringgit atau Rp 3 juta/ bulan dan setelah pulang mendapatkan asuransi Rp 7 juta di PT Maxim Birdnest banyak suka duka yang dialami karena perlakuan majikan pilih kasih. Sambil meneteskan air mata karena teringat saat di tahan di Malaysia, Lusiana mengaku, setelah 18 bulan berlalu derita mulai TKI mulai muncul karena tiba-tiba didatangi polisi.’’Saat itu disampaikan hari ini kerja terahir besok dipulangkan eh ternyata malah  dipenjara selama dua bulan, katanya dua hari tapi kita ditahan dua bulan di Bukit Jalil Malaysia,’’ ujarnya.

Tidak hanya dirinya dan 148 temanya, pemilik PT Gand Asia dan PT Maxim Birdnest, Albert warga Singapura juga ikut ditahan.’’Namun yang membuat kami sedih, pekerjaan yang kami lakukan tidak sesuai kontrak, begitu juga perusahaan kami bekerja berbeda dengan kontrak sehingga ini menjadi masalah disana. Akibatnya kami semua yang tidak tau apa-apa ditahan selama dua bulan yaitu Maret sampai Mei,’’ jelasnya.

Lusiana mengaku selama dua bulan dipenjara, para TKI hanya mendapatkan makan ala kadarnya dan kesulitan membeli kebutuhan karena semua kebutuhan pokok harganya mahal. Ibunda Lusiana, Srianah mengaku mendapat telepon dari anaknya di Bulan Maret 2016 yang intinya mau pulang. Namun beberapa hari kemudian ternyata Hp Lusiana mati dan tidak bisa dihubungi lagi karena ternayata HP-nya disita polisi Malaysia.”Saya bingung karena telepon Lusiana tidak bisa sehinga saya telepon temanya dan diceritakan kalau Lusiana dipenjara,’’ ujarnya.

Srianah mengaku saat pulang dari Malaysia, kondisi Lusiana kurus sekali dan dirinya sangat sedih melihat kondisi anaknya dan dipeluknya sambil menangis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here