RSUD dr H Soewondo Dan DP2KBP2PA Kolaborasi Atasi Stunting Di Trisobo

0
32

KENDAL – RSUD dr H Soewondo dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA), melaksanakan Intervensi Stunting di Desa Trisobo Kecamatan Boja, Kamis (20/10/2022).

Kabid Keperawatan yang juga Ketua PKRS, RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Muhammad Wibowo mengatakan program intervensi spesifik RSUD dr H Soewondo Kendal di lokus stunting Kecamatan Boja tahun 2022. Dikatakan, permasalahan stunting dan wasting masih menjadi fokus utama terkait strategi Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.  Dalam percepatan perbaikan gizi masyarakat dimasukkan dalam program prioritas nasional. Penurunan angka stunting diharapkan dari 26,7 % menjadi 14 % dan Wasting dari 10,2 % menjadi 7% di tahun 2024.

Penurunan stunting dan wasting ini dilakukan secara komprehensif dan bersinergi semua komponen bangsa dan negara, melaui program percepatan penurunan Stunting secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, propinsi maupun nasional dengan berbagai aksi dan program spesifik dan sensitive.”RSUD dr H Soewondo Kendal, merupakan instansi pemerintah daerah Kabupaten Kendal masuk sebagai Tim Teknis dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten ikut berkontribusi dalam kegiatan percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Kendal. Kegiatan ini meliputi Penandatanganan Komitmen bersama, Audit Stunting, Pembahasan Hasil Audit Stunting, Desiminasi Audit Stunting, Sarasehan Audit Stunting dan Pemberian Intervensi Spesifik dan Sensitif,” katanya.

Dijelaskan, kegiatan intervensi yang diberikan secara berkelanjutan dimulai dari hasil audit stunting dilokus stunting. yang saat ini ditetapkan di Kecamatan Boja.”Kegiatan bertujuan membantu memperbaiki asupan gizi dan kesehatan sasaran dan kelompok resiko stunting di lokus stunting Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Keterangan Foto: Petugas membagikan makanan bergizi untuk mengatasi stunting di Desa Trisobo.

Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) di DP2KBP2PA, Budi Suprawito mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya bersama RSUD Kendal, dalam upaya penurunan angka stunting di Kendal.

Sementara kegiatan yang digelar di Balai Desa Trisobo selama dua hari tersebut, untuk meningkatkan pengetahuan tim masak di Dapur Sehat, untuk mengatasi stunting.“Sasaran yang dilatih, adalah kader kelompok UPPKA (unit peningkatan pendapatan akseptor) sebanyak 20 peserta,” terang Budi.

Pihaknya berharap, dengan kegiatan ini, bisa terbentuk tim masak yang terampil, yang bisa menyajikan makanan padat gizi untuk berbagai kelompok umur usia 1.000 hari pertama kehidupan.“Tadi ada praktek memasak tekstur cair dan lunak untuk memenuhi kebutuhan gizi anak stunting. Kemudian juga tadi ada layanan konseling gizi untuk Ibu hami, ibu nifas dan keluarga anak usia di bawah dua tahun (Baduta),” jelas Budi.

Sementara Sekretaris Desa Trisobo, Joko Sudrajat mengungkapkan, pihaknya sangat mensupport program yang dilaksanakan DP2KBP2PA dan RSUD Dr Soewondo dalam rangka menekan angka stunting didaerahnya.“Kami sangat mensupport sekali, kegiatan yang dilaksanakan DP2KBP2PA dan tim ahli gizi dari RSUD, karena ini merupakan program nasional sampai tingkat desa, dalam rangka penurunan angka stunting,” ungkapnya.

Joko menjelaskan ada enam sasaran audit stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Boja. Dirinya berharap dengan adanya program intervensi spesifik, bisa mengurangi angka stunting di daerahnya.“Kami sangat berterimakasih karena tim stunting yang sudah berkunjung ke Desa Trisobo untuk membagi ilmu dan memberikan edukasi tentang pencegahan stunting, serta memberi edukasi tentang makanan yang bergizi dan higienis,” ujarnya.

Salah seorang warga Desa Trisobo, Umi Sriati yang memiliki balita stunting umur 19 bulan, dengan berat badan anak 8,5 kilogram mengaku, ia merasa senang bisa mendapatkan paket pemberian makanan bayi dan anak.“Saya sangat senang, mendapat bantuan berupa sembako, minyak dan lain lain. Harapan kami, semoga berat badan anak bisa naik dan semoga stunting udah tidak ada lagi di Kendal,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, turut dibagikan paket sembako, dan minyak goreng kepada warga yang hadir. (AU/01).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here