Chaca Berharap Batik Kendal Go Internasional

0
28

KENDAL – Ketua PKK yang juga istri Bupati Kendal, Wynne Frederica berharap Batik Kendal bisa moncer di tingkat nasional bahkan internasional. Hal tersebut disampaikan Chaca sapaan akrabnya saat kegiatan membatik yang diikuti siswa SD, SMP, dan SMA di SMKN 01 Kendal, Selasa (20/09/21).”Saya sangat berharap batik Kendal bisa go nasional bahkan internasional,” kata Chaca.

Menurutnya, digalakkannya membatik dari semua tingkatan sekolah di Kendal, dinilai sebagai langkah awal untuk membesarkan batik Kendal. Terkait dilibatkannya pelajar dari berbagai tingkatan sekolah dilakukan sebagai sebuah kepedulian agar generasi muda di Kendal semakin cinta dengan batik.

Artis yang biasa disapa Chaca ini juga mengaku bermaksud untuk menggugah generasi muda di Kendal untuk mempunyai rasa memiliki terhadap batik sebagai warisan leluhur yang tidak dimiliki oleh negara lain.”Tidak hanya membatik tapi nantinya Kendal bisa melahirkan designer bahkan pengusaha Batik yang hebat,” katanya.

Chaca menjelaskan, Batik hasil karya pelajar dari sejumlah sekolah rencananya akan dipakai dirinya dan suaminya di hari batik nasional bulan Oktober mendatang. Dikatakan, bulan Oktober mendatang, dirinya memiliki sebuah rencana yang bisa dijadikan sebagai warna baru dan nafas baru untuk batik Kendal.”Batik itu akan terlihat semakin mewah dengan filosofi dari Kota Kendal sendiri seperti semangatnya Bahurekso sebagai Bupati Kendal pertama, terus ada kendilnya dan kerisnya namun ditambah sentuhan yang elegan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi menyampaikan, saat ini Disdikbud Kendal terus berupaya untuk menggalakkan batik kepada para pelajar di Kendal.

Dikatakan Wahyu, batik yang merupakan warisan budaya Indonesia dan telah diakui dunia sejak 2009 lalu sangat penting untuk terus dilestarikan. Melalui batik, pihaknya juga mendorong karakter positif anak didik agar belajar disiplin, pantang menyerah, bertanggung jawab, teliti dan tekun. “Dengan belajar membatik, anak didik juga diajari cara untuk menghargai sebuah proses dan diajari untuk berwirausaha. Karena dengan membatik, jika ditekuni dengan baik maka bisa menjadi sebuah karya yang bernilai tinggi,” jelasnya.

Kegiatan membatik kain sepanjang 10 meter menuangkan sebuah karya bermotif kekayaan alam dan potensi Kabupaten Kendal, diantaranya ada sektor perikanan, sektor pertanian seperti padi, kopi dan ada peta Kabupaten Kendal serta flora fauna.”Kalau karya ini sudah jadi, nantinya akan kami persembahkan untuk Bupati Kendal dan Ibu Bupati,” ujarnya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here