RSUD dr H Soewondo Ajak Stakeholder Bersama-Sama Tangani Stunting Di Kendal

0
237

KENDAL – RSUD dr H Soewondo Kendal menggelar koordinasi jejaring rujukan pelayanan stunting dan wasting yang diikuti stakeholder yang meliputi petugas puskesmas, dan sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Kendal. Kegiatan berlangsung di Aula RSUD dr H Soewondo, Rabu (13/07/22).

Direktur RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Saikhu MKes mengatakan berdasarkan data stunting nasional tahun 2016
kasusnya mencapai 27,5 persen menjadi 29,6 persen ditahun 2017.”Hampir setiap tahun, jumlah kasusnya meningkat sehingga beberapa tahun terakhir masalah stunting jadi isu nasional yang harus segera ditangani,” katanya.

Menurut dr Saikhu MKes, stunting merupakan penyakit kronis yang sulit disembuhkan dan sudah ada sejak dahulu namun baru menjadi isi strategis nasional beberapa tahun terakhir.

Dijelaskan, di Kendal gizi buruk 0,06 persen 4 bayi, gizi kurang 2,31 persen atau 1369 kasus dan stunting 8,06 persen 4128.

Ditambahkan, peran RSUD drdr H Soewondo sebagai rujukan kuratip, pengobatan penyakit penyertaan dandan rehabilitatip serta kelainan organik. Melalui rehabilitasi medis mulai dari posyandu, puskesmas diupayakan untuk bisa menangani kekurangan gizi, penyuluhan gizi sebagai wujud nyata untuk menurunkan angka kasus.

Pemberi materi, dr Erni Sp. A mengatakan alur rujukan, pasien bisabisa dimulai dari keluarga dan posyandu untuk dilakukan pembinaan terhadap stakeholder terkait. Ditekankan, sebenarnya kalau pasien hanya mengalami stunting tidak perlu dirujuk, kecuali disertai kasus bawaanbawaan sehingga wajib rujuk. Alur rujukan deteksi dini sejak di rumah dan di posyandu. Penanganan stunting disesuaikan dengan kondisi pasien. Semakin parah kondisi disesuaikan tipe rumah sakitnya.”Puskesmas atau klinik prtama, rumah sakit tipe D,C,B dan A atau klinik utama tergantung kondisi pasien,” jelasnya.

Ditambahkan, setiap rujukan disetiap jenjang fasilitas kesehatan sudah ada klasifikasi masing-masing.”Disini stakeholder kita ajak mempersiapkan diri agar nanti jika menemui kasus di lapangan bisa langsung mengambil tindakan sesuai prosedur,” ujarnya. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini