Penyaluran Dana CSR Diminta Sinergi Dengan Visi-misi Bupati-Wakil Bupati

0
92

KENDAL – Bupati Kendal Dico M Ganinduto meminta Penyaluran dana CSR Perusahaan sinergi dengan visi-misi Bupati-Wakil Kendal. Hal tersebut disampaikan Bupati saat acara CSR Expo Kabupaten Kendal tahun 2021 dengan tema Tingkatkan Sinergi, Raih Prestasi di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (16/12/21).”Kalau selama ini penyaluran bantuan dana CSR dilakukan sendiri-sendiri oleh perusahaan terkait, kedepan kita minta harus bersinergi dengan visi-misi Bupati-Wakil Bupati Kendal, agar menghasilkan kontribusi yang jelas dan lebih bermanfaat,” ujar Bupati.

Bupati Dico menjelaskan CSR menjadi pengikat tali silaturahim antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Menurut Bupati, dampak pandemi Covid-19 sesuai dengan data BPS ada peningkatan pengangguran dan kemiskinan yang cukup signifikandi Kabupaten Kendal. Ini menjadi permasalahan semua pihak. Kami meminta perusahaan yang ada di Kabupaten Kendal ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kendal melalui penyediaan lapangan kerja maupun penyaluran dana CSR,” katanya.

Dikatakan, Pemkab Kendal juga melakukan pendampingan pelaku industri terkait penerimaan tax holiday. Dijelaskan, saat ini ada 7 perusahaan di KIK yang sudah mendapat tax holiday.”Ini bukan tanggung jawab Pemkab Kendal, tapi siap mendampingi investor agar nyaman dan betah di Kendal,” ujarnya. Bupati menambahkan saat ini merupakan masa tersulit bagi para pelaku investasi dan pemkab Kendal.”Kuncinya untuk bangkit harus kolaborasi bersama mengatasi masalah ini,” harapnya.

Ketua PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica SE BBA yang juga menjadi nara sumber CSR Expo mengatakan saat ini penting untuk membangun sumber daya manusia dari tingkat desa sampai kota. Dikatakan ada empat fokus yang saat ini dilakukan yaitu menangani Stanting, Sampah, UMKM dan Industri Kecil.”Yang mengherankan, bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat setiap tahun naik tapi angka stanting naik. Berarti ada yang salah dalam pelaksanaan di lapangan, setelah ditelusuri ternyata salah satunya adalah pola pikir,” jelasnya.

Sementara Ketua CSR Kabupaten Kendal, Joko Salbiyanto mengatakan berdasarkan laporan dari perusahaan realisasi CSR di Kabupaten Kendal mengalami penurunan setiap tahunnya. Tahun 2018 realisasi CSR mencapai Rp 7 miliar lebih, 2019 mencapai Rp 5 miliar lebih, 2020 mencapai Rp 4 miliar lebih dan tahun 2021 hanya Rp 2 miliar lebih.”Ini masih banyak perusahaan yanv belum melaporkan ke kami. Kalau sudah laporan semua saya yakin jumlahnya akan naik,” katanya. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini