LCKI Dukung Polri Berantas Judi Online

0
147

SEMARANG – Judi online yang semakin meresahkan, mendapat sorotan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Semarang. Organisasi ini sangat mendukung dan mengapresiasi penggerebekan  penyusupan link judi online di situs Pemerintah.”Ini harus dijadikan momentum samua pihak untuk melawan merebaknya perjudian “Togel” di Jawa Tengah, khususnya di Semarang dan Kendal,” kata Ketua LCKI, Doni Sahroni, SH di Semarang Jawa Tengah, Jumat (15/10/2021).

LCKI memandang persoalan munculnya judi Togel ini sudah sangat mengkhawatirkan.”Hampir sudah tidak ada rasa malu-malu lagi, mereka para bandar membuka lapak judi togel di permukiman masyarakat bahkan dekat tempat ibadah,” ujarnya.

LCKI mendorong dan berharap agar aparat penegak hukum dapat mengambil langkah- langkah yang tegas dan terukur untuk menekan merebaknya perjudian Togel.

Dikatakan, LCKI akan selalu siap membantu dan bekerja sama dengan kepolisian untuk menekan merebaknya perjudian togel ini khususnya, dan permasalahan penyakit masyarakat umumnya.

LCKI berpandangan ada korelasi meningkatnya tingkat kejahatan di masyarakat dengan merebaknya judi togel.

Doni yang juga aktif di Pengurus Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang itu menyampaikan, ditengah kondisi pendemi sekarang yang serba susah mencari nafkah, lalu ditambah dengan judi togel yang marak, membuat mimpi para pemasangnya mendapatkan uang dengan mudah.“Impian mendapatkan uang dengan mudah tanpa kerja keras akan mendorong masyarakat melakukan perbuatan kriminal lainya diantaranya, pencurian, pembegalan, penodongan dan kriminal lainnya,” beber dia.

LCKI berharap, permasalahan judi togel ini menjadi perhatian khusus oleh seluruh pihak. Dari kepolisian, pemerintahan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya.“Masalah judi sudah menjadi masalah kira semua,” pungkas Doni Sahroni.

Seperti diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri beberapa waktu yang lalu telah meringkus 19 orang terkait kasus penyusupan situs judi online di website resmi pemerintah dan lembaga pendidikan. Ke 19 orang tersebut ditangkap di wilayah berbeda, yakni Jawa Tengah hingga Jakarta. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini