Peternak Unggas Jateng Minta Bulog Segera Penuhi Kebutuhan Jagung

0
157

SEMARANG – Para peternak ayam peterlor Jawa Tengah yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera, menggelar aksi demontrasi di halaman gedung Bulog Jateng di Semarang, Jumat (15/10/21). Dengan membawa poster berisi tuntutan harga jagung terjangkau dan pasokan jagung terpenuhi, puluhan peternak unggas Jawa Tengah mendatangi Kantor Bulog Jateng.

Ketua Koperasi, H Suwardi menyampaikan terimakasih kepada Bulog karena telah berusaha mencari Jagung meski kenyataanya belum dapat. Dikatakan Koperasi Unggas Sejahtera membawahi peternak unggas di Kabupaten Kendal, Temanggung, Pemalang, Batang, Semarang dan sejumlah Kota lain se-Jawa Tengah.

Dijelaskan, tujuan tujuan peternak datang ke Bulog menyampaikan pandangan bahwa penugasan pemerintah kepada Perum Bulog sampai dengan hari ini belum dapat berjalan dengan lancar.” Belum ada kejelasan semenjak pertemuan pada 15 September 2021 dengan Presiden, dimana peternak dijanjikan diberi jagung sebanyak 30.000 ton, nyatanya sampai hari ini masih nihil,” katanya.

Para peternak meminta Dirut Bulog tegas dan lugas dalam menjalankan tugasnya. Yang terjadi saat ini justru perang media antara Kementan, Kemendag dan peternak yang akibatnya sampai hari ini belum ada penetapan harga dari Pemerintah bagi Bulog sebagai dasar untuk pembelian jagung.”Sampai dengan hari ini tidak ada Jagung. Jagung pinjaman sebanyak 700 ton yang disalurkan untuk Koperasi Kendal sudah habis, sementara Koperasi sudah menerima uang sebanyak Rp2,3 Milyar dari para anggota peternak yang siap untuk menebus sejak hari Senin,” katanya.

Keterangan Foto: Para peternak ayam peterlor Jawa Tengah melakukan aksi damai di Perum Bulog Jateng.

Suwardi mengaku peternak membutuhkan kepastian bukan bualan, dimana jagungnya, kapan bisa diambilnya.”Kami sudah tidak percaya lagi kepada Kementan dan meminta pertanggungjawaban atas pernyataannya bahwa produksi jagung surplus.”Kami mohon dalam 3×24 jam sudah ada kepastian yang diterima Bulog. Apabila dalam jangka waktu tersebut tidak juga siap, kami tidak bertanggungjawab lagi atas gelombang protes dari peternak,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Peternak Batang, Joko Pramono dan Ketua Paguyuban sektor Temanggung, Burung Adi. Menurutnya, para peternak sudah sangat menderita. Jika produksi jagung Kabupaten Batang dan Temanggung bisa dikelola dengan baik, sebenarnya cukup untuk kebutuhan peternak Batang tapi selama ini justru terserap ke pabrik atau broker sehingga peternak tidak menikmati hasil dari tanahnya sendiri.”Kami sangat mensupport Bulog untuk menyampaikan kepada pimpinan di atas bahwa kami sudah sangat kepayahan dan terhimpit beban. Jagung harus segera diadakan jangan sampai ditunda-tunda lagi,” pintanya.

Ahmad Subakir perwakilan sektor Kendal Bawah menjelaskan sebelum ada penugasan harga jagung menyentuh Rp 5.850, setelah ada pernyataan jagung subsidi harga langsung turun ke Rp 5.000 di tingkat petani.”Sesaat kami bisa mendapatkannya tapi sekarang tertahan lagi. Hari ini sudah naik menjadi Rp 5.400. Kalau kemarin tidak ada jagung subsidi untuk peternak pasti hari ini sudah menyentuh Rp 6.500,” katanya.

Ditambahkan, kebutuhan 2 bulan untuk kami sendiri sekitar 30.000 ton jadi sebenarnya dengan kuota 30.000 ton untuk semua wilayah, tidak akan membuat harga jatuh di tingkat petani.”Negara jangan main-main. Kami sudah berdarah-darah mempertahankan usaha ini,” tegasnya.

Kekurangan kebutuhan jagung untuk peternak, diakui Wakil Pimpinan Bulog Jateng, Muhson.  Pihaknya mengaku akan mengusahakan kebutuhan jagung untuk peternak unggas.”Tuntutan ini akan kami diteruskan ke pemerintah pusat agar kebutuhan jagung bisa terpenuhi secepatnya,” katanya. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini