Kendal Bagikan 44 Ribu Bantuan Tunai Bagi PKL Dan Warung

0
18
Dandim 0715 Kendal, Letkol Infanteri Iman Widhiarto memberikan bantuan tunai bagi pedagang kaki lima dan warung yang terdampak pandemi Covid-19.

KENDAL – Guna melakukan percepatan pemulihan ekonomi nasional, di tengah Pandemi Covid-19, Pemkab Kendal membagikan bantuan tunai dari Pemerintah Pusat melalui tiga lembaga yaitu Kodim 0715 Kendal 5500 penerima, Polres 3500 penerima dan BRI 35000 penerima. Total ada 44 ribu penerima yang menerima bantuan tunai dari Pemerintah Pusat di Kendal. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Makodim 0715 Kendal, Selasa (12/10/21).

Dandim 0715 Kendal, Letkol Infanteri Iman Widhiarto mengatakan, pendataan bagi penerima bantuan ini telah dilakukan beberapa tahap, sehingga benar-benar tepat sasaran. Bantuan ini diharapkan bisa membantu pemulihan ekonomi bagi  pedagang kaki lima dan warung yang terdampak pandemi Covid-19.

Seberapapun besarnya bantuan yang diterima harus disyukuri supaya bisa membawa keberkahan. “Sudah berulang kali melakukan validasi data penerima, sehingga bantuan ini benar-benar menyasar ke masyarakat dan tepat sasaran,” jelasnya.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, bantuan tunai dari pemerintah pusat untuk pedagang kaki lima dan warung terdampak PPKM di Kabupaten Kendal tahun 2021 disalurkan melalui Kodim 0715, Polres, dan BRI Cabang Kendal. Bantuan disalurkan melalui Kodim Kendal sebanyak 5.500 penerima, melalui Polres Kendal sebanyak 3.500 penerima dan melalui BRI Kendal sebanyak 35.000 penerima.”Bantuan ini untuk pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM, seperti pedagang kaki lima yang kena dampak ketika PPKM Level 4. Dengan adanya bantuan ini, para pelaku UMKM akan lebih semangat lagi dalam menjalankan usahanya supaya segera pulih dan semakin berkembang,” katanya.

Dico menambahkan, Pemkab Kendal sendiri juga telah melakukan beberapa program untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Untuk tahun 2022 telah merencanakan program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM dengan pinjaman maksimal Rp 25 juta.”Program ini sekarang sedang dipersiapkan untuk kerjasamanya dengan bank atau BPR. Nanti Pemda yang akan menanggung bunga pinjaman, sehingga pelaku UMKM tidak dikenakan bunga,” jelasnya. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini