Masyarakat Sudah Jenuh Covid-19, Pemerintah Harus Suport Dan Beri Solusi Kongkrit

0
68

KENDAL– Setahun lebih pandemi yang membuat hampir semua sektor terutama ekonomi dan kesehatan terpuruk, membuat masyarakat jenuh dan merasa masa bodoh terhadap pandemi Covid-19. Melihat gejala ini, semua pihak terutama pemerintah harus turun tangan berperan aktif memberikan suport dan semangat kepada masyarakat”Selain itu memberikan solusi riil berupa bantuan modal usaha maupun pelatihan sehingga membuat masyarakat kembali bangkit,” ujar Anggota Komisi C DPRD Jateng, Mifta Reza NP SP MM, saat talk show di Radio Swara Kendal, Kamis (20/03/21).

Menurut Reza, walaupun kondisi Covid-19 saat ini cenderung menurun namun masyarakat harus tetap mantaati protokol kesehatan (prokes). Dikatakan, keterpurukan bidang kesehatan dan ekonomi tidak boleh berkelanjutan di masa pagebluk yang berlangsung pulih ini. Dijelaskan, merosotnya semangat masyarakat dan kejenuhan secara psikologis harus segera dibangkitkan agar masyarakat kembali normal dan bersemangat hidup dengan cara merubah pola hidup, diantaranya melalui olahraga, makanan sehat dan bergizi.”Yang paling penting semua tokoh masyarakat dan peran serta riil dari pemerintah,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat, pihaknya akan mendorong pemeritah memberikan bantuan tepat guna dan sasaran kepada masyarakat. Selain itu pihaknya juga akan memberikan contoh untuk lingkungan sekitar dàb memberi pemahaman serta menyampaikan peluang ekonomi yang bisa dikembangkan masyarakat.”Ayo bangkit jangan larut dan harus semangat menyambung hidup dengan inovasi dan kreatifitas yang positif,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Diah Kartika Permanasari mengatakan, disaat seperti ini kebutuhan pangan sangat penting bagi masyarakat seperti bantuan bibit untuk optimalisasi lahan yang dilakukan Pemprov Jateng belum lama ini, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.

Dikatakan dimusim reses yang setahun 3 kali, pihaknya juga melakukan pengawasan apakah program bantuan sosial ataupun pembangunan bisa terlaksana dengan baik.”Bantuan itu harus tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan selama pandemi saat reses juga dilakukan pembatasan. Kalau sebelumnya setiap reses setiap titik boleh mengumpulkan 100 orang namun saat pandemi dibatasi 50 orang dengan prokes ketat.

Sementara anggota Komisi E DPRD Jateng, Idha Nurul Farida MPd mengatakan dampak ekonomi, psikologis dan kesehatan dari Covid-19 sangat luar biasa. Meski demikian masyarakat harus tetap semangat hidup dan semangat kerja.”Agar tidak larut dan terpuruk seluruhnya komponen terutama pemerintah dan masyarakat membangkitkan semangat hidup. Ini ujian yang harus dihadapi ayo bangkit dan bergerak dengan memanfaatkan peluang baik dari Media sosial maupun peluang usaha lainya,” jelasnya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here