Diserang Kampanye Hitam, Nurani Ajak Masyarakat Kritis Sikapi Isu Di Medsos

0
80

KENDAL – Paska pendaftaran tiga pasangan Cabup-Cawabup kendal di KPU Kendal, suhu politik mulai menghangat bahkan cenderung memanas. Padahal KPU Kendal belum menatapkan pasangan Cabup-Cawabup. Memanasnya suhu politik di Kendal diawali dengan banyaknya kampanye hitam yang menyudutkan pasangan calon bupati dan wakil bupati di Media Sosial (Medsos).

Dalam sepekan terakhir, banyak pesan berantai yang berisi kampanye hitam yang menyudutkan pasangan Ali Nurudin-Yekti Handayani. Seperti pesan berantai yang disebarkan aplikasi whatsapp yang menyebut NURANI dan mempertanyakan siapa komisaris perusahaan kontraktor yang sering dapat proyek APBD. Bahkan pesan berantai ini menyebutkan salah satu nama yang bertujuan untuk menjatuhkan pasangan tersebut.

Menanggapi banyaknya pesan berantai yang mengarah kepadanya, Yekti Handayani menjelaskan bahwa  benar dirinya menjabat sebagai komisaris di PT Cahaya Selomukti Indonesia dan PT Cahaya Selomukti.
Soal perusahaannya disebut sering mendapatkan proyek dari APBD Kendal, Ani mengatakan pihaknya selama ini tidak terlibat dalam pengerjaan proyek dari APBD.

“Batching plant, tambang, crusher, semua ada izinnya. Logika sederhananya begini, orang menjalankan usaha, apalagi kalau sudah besar, melihatnya kepastian hukum. Kami berinvestasi dengan nilai yang tidak kecil ini, kalau tidak ada izinnya, tidak akan berani,” terang Ani.

Terkait aktivitas penambangan galian C yang dianggap merusak lingkungan, Ani justru bertanya balik, memang apa yang salah dengan galian C?“Yang mengeluarkan izinnya adalah pemerintah. Izin itu dikeluarkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Bahkan dalam beroperasinya, perusahaan pemegang izin berada dalam pengawasan dari instansi terkait,” terangnya.

Ani mencontohkan adanya Jaminan Reklamasi (Jamrek), yakni pengusaha menyetorkan sejumlah uang ke negara sebagai jaminan. Diterangkan, uang Jamrek ini tidak bisa diambil dan bisa diambil setelah perusahaan melakukan reklamasi. Seandainya perusahaan tidak menjalankan reklamasi, imbuhnya, uang inilah yang akan digunakan untuk mereklamasi.“Jadi, apa yang salah dengan galian C? Kalau memang galian C illegal, saya sangat setuju untuk ditertibkan karena merugikan negara,” imbuhnya.

Terhadap semua tuduhan tersebut, Ani menyadari posisinya yang saat ini maju sebagai Cawabup tak luput dari serangan politik. Namun demikian pihaknya percaya masyarakat Kendal mampu menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial.”Alhamdulilah, sebelum maju sebagai Cawabup, saya sudah berbuat apa yang semestinya saya lakukan untuk masyarakat dan lingkungan baik sebagai pengusaha maupun sebagai tenaga pendidik di sekolah. Insya Allah jika nanti diberikan amanah, bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat Kendal,” imbuhnya.

Sementara Cabup Ustad Ali mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan santun dalam mengkampanyekan pasangan Cabup-Cawabup yang didukung. Dikatakan, pihaknya mengajak masyarakat kritis menyikapi visi misi pasangan Cabup-Cawabup sebagai dasar untuk menentukan pilihan nantinya.”Kami menghargai perbedaan tapi jangan saling menjatuhkan. Yuk berpilkada yang damai dan sportif. Ini semua semata-mata untuk mendapatkan pemimpin Kendal yang terbaik,” ajaknya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here