RSUD Buka Stand Sosialisasi Program Rumah Sakit Tanpa Dinding

0
38
Keterangan Foto: RSUD dr H Soewondo Kendal melakukan sosialisasi rumah sakit tanpa dinding.

KENDAL – RSUD dr H Soewondo Kendal membuka stand sosialisasi rumah sakit tanpa dinding di acara Car Free Day (CFD) di Stadion Utama Kendal Minggu (07/04/2019). Wadir Pelayanan RSUD dr H Soewondo Kendal dr Rohmat mengatakan, dalam sosialisasi rumah sakit tanpa dinding menyediakan pelayanan pemeriksaan status gizi anak dan konsultasi gizi untuk mencegah stanting pada anak. Pelayanan yang diberikan di antaranya konsultasi gizi, timbang badan dan ukur tinggi badan bagi anak di bawah usia dua tahun.“Ada juga edukasi untuk cegah stanting, karena cegah stanting saat ini merupakan program nasional, sehingga rumah sakit harus ikut membantu program pemerintah untuk mengatasi stanting,” katanya.

Menurut dr Rohmat, Program Rumah Sakit tanpa Dinding merupakan program unggulan dari Gubernur Jawa tengah dalam pelayanan kesehatan, mulai kuratif, prefentif, promotif dan rehabilitatif. Keempat program tersebut harus sinergi. Selama ini RS fokusnya hanya di program kuratif atau pengobatan, padahal RS memiliki SDM yang banyak dan mumpuni dalam ilmunya. Karena itu harus dimanfaatkan untuk menggarap pelayanan lainnya, seperti preventif dan rehabilitatif. “Keempat program tersebut tidak boleh ada sekat atau dinding lagi, Inilah yang dimaksud RS tanpa dinding,” jelasnya.

Keterangan Foto: Usai sosialisasi melakukan sosialisasi rumah sakit tanpa dinding, karyawan RSUD dr H Soewondo Kendal foto bersama.

Dikatakan, dalam Program Rumah Sakit tanpa Dinding, rumah sakit harus aktif mendekat atau turun ke masyarakat untuk memberikan program promotif dan prefentif. Selain sosialisasi atau memberikan penyuluhan, juga untuk untuk mencari kasus-kasus penyakit yang dialami oleh warga yang nantinya akan dicarikan solusinya.“Pihak rumah sakit akan turun ke masyarakat guna menemukan orang-orang yang menderita penyakit, seperti TB Paru atau anak yang mengalami gangguan gizi atau penyakit lainnya, sehingga bisa segera ditangani,” jelasnya.

dr Rohmat menambahkan, dalam Program Rumah Sakit Tanda Dinding nantinya pihak rumah sakit akan bekerjasama dengan puskesmas untuk turun menjangkau masyarakat. Sebenarnya program preventif dan kuratif sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, sehingga rumah sakit hanya berusaha membantu untuk program preventif dan promotif.“Rumah sakit membantu Dinas Kesehatan supaya upaya penanggulangan terhadap kasus-kasus penyakit di masyarakat lebih cepat ditangani,” pungkasnya.

Momentum Car Free Day tidak hanya untuk promosi produk UMKM dan hiburan, akan tetapi CFD juga dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan dari beberapa instansi. Seperti yang dilakukan oleh RSUD dr Soewondo Kendal  dengan membuka stand untuk sosialisasi Program Rumah Sakit tanpa Dinding. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here