KKN PPM UPGRIS Ajarkan Tanam Sayur Di Tambak

0
31
Keterangan Foto: Mahasiswa KKN PPM UGPRIS mengajarkan warga Tambaksari Kecamatan Rowosari menanam sayur di atas tambak ikan.

KENDAL –  Mahasiswa KKN PPM UPGRIS mengajarkan warga Desa Tambaksari Kecamatan Rowosari memfungsikan tambak tidak hanya menjadi tempat berternak ikan, tapi juga untuk bercocok tanam. Para mahasiswa itu mengajarkan warga desa menanam sayuran di tambak milik warga meski dalam tambak mereka masih ada ikan yang belum siap untuk dipanen.

Terobosan menanam diatas tambak, diprakasai empat dosen UPGRIS yaitu Titik Haryati, Oktaviani Adhi Suciptaningsih, Novika Wahyuhastuti dan Agus Mukhtar. Menurut Titik Haryati, perawatan tanaman yang ditanam dengan teknik aquaponik sangatlah mudah dan hemat, pasalnya tanaman mendapatkan nutrisinya dari air kolam tersebut sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur.”Dalam kolam itu kotoran ikan juga larut dalam air sehingga semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman telah tersedia, sehingga mempercepat usia panennya pun,yakni tiga bulan saja,” jelas Titik, Jumat (10/08/2018).

Menurutnya bertanam ini  akan menjadikan tambahan sumber penghasilan dari para warga selain penghasilan dari hasil panen tambak.”Teknik bertanam ini juga bisa diterapkan di semua tambak ikan tawar para warga. Seperti Lele, gurami, ikan mas dan lainnya,” paparnya.

Sedangkan Oktaviani Adhi Suciptaningsih menjelaskan teknik bercocok tanam yang diajarkan warga desa Tambaksari yaitu menggunakan teknik penanaman Aquaponik.”Aquaponik merupakan inovasi dari teknik menanam hidroponik, yakni menggabungkan cara menaman hidroponik dengan kolam. Selanjutnya dalam pembuatannya dapat menggunakan barang-barang bekas sebagai alat bertanamnya,” ujarnya.

Okta menjelaskan tempat untuk bercocok tanam itu berbentuk persegi panjang dan mengapung diatas tambak ikan. Untuk dapat mengapung, menggunakan botol air mineral bekas sebagai pelampungnya. Nantinya tanaman akan ditanam di atas tempat tersebut.”Tanaman yang bisa ditanam yakni jenis sayuran diantara lainnya ada selada, cabai, bayam dan lainnya,” jelas Okta.

Kholidin seorang warga yang mendapatkan pelatihan itu menuturkan dirinya tertarik dengan teknik bertanam yang diajarkan oleh Mahasiswa KKN PPM UPGRIS itu. Menurutnya hal itu perlu diterapkan oleh para peternak ikan lainnya.”Ini bisa menambah penghasilan karena ternyata sangat mudah. Saya pun akan mencoba menerapkan hal itu di tambak saya,” ujarnya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here