Ribuan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi Kuntul Nglayang

0
632

KENDAL – Ribuan warga Berdesak-desakan berebut sedekah hasil bumi. Tradisi tahunan warga Dukuh Protokulon, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Menjelang bulan puasa, memasuki bulan rajab warga menggelar tradisi kirab gunungan hasil bumi keliling kampung, senin siang (09/04/2018) tadi, dan berakhir di makam kuntul nglayang.

Kirab gunungan hasil bumi dan jajan pasar, dilaksanakan setiap senin wage di bulan rajab. Senin siang, warga mulai anak-anak hingga orang tua, berkumpul di sekitar lapangan bulu tangkis dengan membawa beragam makanan tradisional. Sementara di sebelah utara empat gunungan terdiri atas nasi tumpeng, hasil bumi seperti sayur mayur, jajanan pasar, dan gunungan buah-buahan telah disiapkan, dan diarak menuju lokasi inti kegiatan tersebut.
Sejumlah tokoh masyarakat dukuh setempat memberikan petuahnya, setelah itu, empat gunungan di pinggul belasan pemuda menuju pendapa makam pangeran djuminah yang berjarak sekitar satu kilometer. Jalan menuju pendapa makam pangeran Djuminah. Yang merupakan daerah perbukitan, warga harus menempuh lokasi yang menanjak, setibanya di pendapa, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga melakukan tahlil dan doa bersama.
Warga Dukuh Protokulon, melaksanakan kirab rajaban astana Kuntul Nglayang. Acara keagamaan tersebut dilakukan setiap malam jumat kliwon di bulan rajab. Setelah berdo’a warga saling menukar makanan yang mereka bawa, kirab semakin meriah, ketika warga saling berebut gunungan.
Salah satu tokoh masyarakat Alamudin Dimyati Rois, mengatakan kegiatan tersebut untuk melestarikan budaya, yang mana budaya tersebut merupakan sarana untuk berbuat kebaikan dan mengucap syukur pada tuhan, yang mana berbagai hasil bumi kita buat tumpeng dan di perebutkan oleh masyarakat, Ujarnya.


Ketua panitia kirab rajaban, Prabowo Sumiarto, mengatakan, rajaban astana kuntul nglayang turun temurun dilakukan warga dukuh protokulon. Dia menjelaskan, disebut rajaban astana kuntul nglayang karena lokasi makam pangeran Djuminah yang berada di daerah perbukitan, bila di lihat dari udara seperti burung kuntul yang terbang.
Kepala perbukitan terdapat makam pangeran djuminah, bagian dada makam sunan katong, sayap kanan makam wali Musafak dan kiai Mustofa serta sayap kiri terdapat makam kyai Asyhari atau kiai guru sedangkan bagian ekor makam Pakuwojo, terangnya.
Salah satu warga yang ikut berebut gunungan srihartini mengaku senang dengan rajaban tersebut. Menurutnya hal itu menunjukkan masyarakat kaliwungu selatan, khususnya desa protomulyo masih melestarikan peninggalan nenek moyang, Katanya.
Warga berharap dengan berebutnya gunungan hasil bumi dan jajan pasar yang sudah di do’akan mendapatkan berkah, imbuhnya.(6)

Baca juga :  PSHT Ranting Patebon juara umum kejuaraan silat piala Dewan IX 2018

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini