120 Siswa TKR Ikuti Uji Kompetensi LSP-PI BNSP

0
460
Keterangan Foto: SMK Muhammadiyah 3 Weleri bekali siswa dengan sertifikasi kompetensi industri untuk melawan regulasi outsourcing.

KENDAL – Siswa-siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Muhammadiyah 3 Weleri, mengikuti ujian kompetensi keahlian menggunakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-PI) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ada 120 siswa yang mengikuti sertifikat kompetensi ini berstandart nasional sesuai kebutuhan pasar dan bisa digunakan dan diakui oleh Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Yusuf Darmawan mengatakan, ujian kompetensi LSP-PI BNSP digelar sejak tanggal 19 Februari dan akan berakhir 14 Maret, mendatang. “Ujian dibawah pengawasan asesor-asesor berstandar nasional,” kata dia, Selasa (20/2/2018).

Menurut Yusuf Darwaman, ada empat skema yang diujikan pada ujian kompetensi LSP-PI BNSP selama 25 hari itu, yakni engine tune up konvensional, engine tune up enjeksi, dan perawatan dan perbaikan kelistrikan mobil serta perawatan dan perbaikan sistem chasis kendaraan ringan/mobil. Tujuan kompetensi keahlian TKR adalah membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar kompeten. Dengan kata lain, bahwa sekolahan membekali siswa dengan sertifikat kompetensi industri untuk melawan sistem regulasi outchorshing. “Ketika siswa lulus sudah siap besaing dalam bidang kompetensi yang dimilikinya, terutama di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ungkap dia.

Yusuf Darmawan mengungkapkan, sekolahan mendapatkan visitasi klas industri dari Mitsubishi. Bagi semua guru TKR selama 10 hari mendapatkan pelatihan ke Bumireja, Kebumen dengan materi dasar-dasar pelajaran mistsubishi. Sekolahan juga melakukan singkronisasi kurikulum KTSP dengan kurikulum mitsubishi, melakukan MoU dengan KRTC Bumi Reja Kebumen, mengimplementasikan kurikulum berbasis industri industri mitsubishi kepada siswa kelas X. “Sekolah juga membeli mobil untuk pratek siswa dan melaksanakan IHT, bedah teknologi ekspander dan lainya,” timpal dia didampingi Hery Sucahyono, guru TKJ pengelola teknologi informasi (TI).

Yusuf Darmawan menambahkan, peningkatan kualitas siswa tak hanya diberikan kepada siswa TKR, hal itu juga diberikan kepada semua guru dan siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Audio Video (TAV), Teknik Sepeda Motor (TSP) dan Farmasi. Khusus untuk jurusan TKJ, siswa mendapatkan pelatihan Cisco Certified Network Associate (CCNA).

Pelatihan CCNA dilakukan selama tiga hari, tanggal 19-21 Februari 2018 dan diikuti sebanyak 40 siswa kelas X, XI dan XII. Dengan pelatihan ini guru dan siswa akan mendapatkan sertifikasi cisco dasar.”Tim pengajar pelatihan CCNA dari SMK ID-Networkers (IDN) Bogor. Terdiri dari tiga orang salah satunya masih siswa kelas X. Materi yang diberikan windows server, linux server, mikrotik dan CISCO,” terang dia. (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here