Menag Hadiri Haul dan Ganti Luwur Ke-V Abah Zuhri Semarang

0
1610

SEMARANG – ‎Pondok Pesantren Az-Zuhri Ketileng, Jawa Tengah, menggelar prosesi penggantian kelambu dalam rangka khaul miosan ke-V Abah Syeikh Syaiful Anwar Zuhri Rosyid, Minggu (11/2/2018) malam.

Prosesi berlangsung di Masjid Baitul Hidayah Komplek Ponpes Salafiyah Az-Zuhri, Jalan Ketileng Raya No 13 A, Dukuh Ketileng, Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah Yang juga dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Abah Syeikh Muhammad Saeful Anwar bin Mudatsir bin Zuhri bin Rosyid adalah sosok yang moderat. Beliau sangat menonjol mempunyai kemampuan dan kemauan menghargai dan menghormati keragaman dan perbedaan yang ada di orang lain. Kemampuan Beliau ini sangat mewarnai perjalanan kehidupan Beliau saat berinteraksi, mengayomi dan melayani umat. Beliau adalah orang yang mampu menangkap esensi isi Al-qur’an yang menuntut kita untuk menghormati dan menghargai kemajemukan,” terang Menag.

Menag melihat, almarhum yang tak lain adalah adik sepupu Menag, sebagai sosok yang sederhana dan apa adanya.

“Abah hidup apa adanya dan tidak berkeinginan hidup mewah. Beliau juga tidak terlalu mempedulikan bentuk luar dan latar belakang seseorang. Beliau suka berinteraksi dengan berbagai kelompok dan komunitas. Beliau benar-benar menjadikan agama hadir untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan,” tuturnya.

Keterangan Foto : Menag saat menyampaikan Sambutan di depan jama’ah Haul Abah Syaiful ke – V

“Haul adalah mengenang dan meneladani. Mari, kita kenang dan teladani dakwah Beliau. Mari kita jaga, pelihara dan rawat apa yang telah Beliau perjuangkan, sembari kita berkreasi yang lebih baik sesuai kondisi dan situasi. Dan Alhamdulilah, saya menyaksikan, Almarhum meninggalkan keluarga yang mampu menjaga, memelihara dan merawat, bahkan mengembangkan perjuangan Abah,” tutup Menag.

Menurut Panglima Ponpes yang juga ketua panitia Haul, Abdul Haris, santri Abah tersebar di lebih dari 90 kota di Jawa dan luar Jawa dengan corak yang heterogen.

“Abah dikenal mempunyai santri dari berbagai elemen masyarakat. Yang mbeling ada, yang kejawen banyak, preman juga ada, bahkan Sedulur Sikep (Samin) dari Blora juga ada. Insya-Allah ada dua ribuan santri yang hadir. Karena sering kali, Haul Abah dipakai sebagai ajang reuni,” terang pensiunan ASN Pemrov Jateng ini.

“Santri mukim, baik putra maupun putri seratus lebih, tapi dua ratus kurang. Sedang untuk santri kalong, lebih dari lima ribu santri,” imbuh lelaki asal Banjarnegara tersebut.

Kepala Rumah Tangga Ponpes, Abdussalam mengatakan, Ponpes Az-Zuhri tiap malam mengadakan istighasah dan mujahadah.

“Istighasah dilaksanakan di Ndalem, sedang Mujahadah dilakukan di Ponpes. Selain ngaji beberapa kitab kuning seperti tafsir, hadits, nahwu, sharaf, dan lainnya, tiap hari Ahad, seluruh santri mukim wajib berlatih silat. Ada juga Jalisan, yakni ngobrol apa pun dengan Gus Lukman dari jam setengah tujuh hingga jam delapan. Tepatnya setelah Ngaji (tafsir) Jalalain,” terang Salam.

Hadir dalam Haul dan Prosesi Penggantian Luwur ke V, Kakanwil Kemenag Jateng, perwakilan Pemprov, Pemkot, TNI, Polri, beberapa rektor perguruan tinggi di Semarang dan undangan lainnya.

Keterangan Foto : Maston ( Teater Lingkar ) Menyerahkan Luwur kepada Gus Novi, yang sebelumnya di arak Mengghnakan kereta kencana dari dhalem.

Dalam Haul ke-V ini, dua ribuan santri dan alumni dari berbagai elemen, golongan dan wilayah hadir, seperti Sedulur Sikep dari Blora, Pemuda Pancasila, Pagar Nusa, serta beberapa perwakilan ormas keagamaan dan beberapa tokoh lintas agama,dan yang lain dari acara ini adalah dengan adanya peraduan budaya jawa yang sangat kental, hal ini dikarenakan abah saat menyebarkan agama islam menggunakan tradisi yang sudah ada, yaitu adat jawa. (2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here