SDN 1 Kebondalem Kebanjiran

0
499
Keterangan Foto: Belasan anak yang rumahnya tak jauh dari sekolah itu untuk berenang dan bermain di genangan air di halaman SDN 1 Kebonadem Kecamatan Brangsong.

KENDAL – Hujan yang mengguyur wilayah Kendal seharian membuat sungai Waridin di desa Kebonadem, Brangsong, Kendal meluap, Senin (5/2/2018). Akibatnya, SDN 1 Kebonadem yang berada disekitar Sungai Waridin kebanjiran. Beruntung luapan air sungai tersebut hanya menggenangi halaman sekolah dengan kedalaman 20 cm hingga 30 cm sehingga tidak sampai masuk ruang kelas dan tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar siswa karena banjir mulai masuk halaman sekolah siang jari saat aktivitas belajar mengajar sudah selesai.

Teredamnya halaman sekolah itu dimanfaatkan belasan anak yang rumahnya tak jauh dari sekolah itu untuk berenang dan bermain di genangan air itu. Nampak mereka riang gembira bermain air tanpa mempedulikan keruhnya air itu.”Senang mas, ayo sini main sama kami biar seru,” ajak Sadam, satu dari beberapa anak kepada suarakeadilan.net, Senin (5/2/2018) sore.

Kumaedi, Kades Kebonadem menuturkan Sekolah dasar itu sering menjadi langganan banjir apabila hujan intensitas besar melanda wilayah Kendal.”Sudah ada rencana dari para wali murid untuk melakuakan penggurukan halaman sekolah itu agar tidak tergenang banjir, pasalnya anggaran dari pemerintah untuk melakukan penggurakan tidak ada,” katanya.

Halaman rumahnya pun tak jarang ikut tergenang banjir karena  jarak lokasi sekolah itu dan rumahnya tak lebih dari 100 meter.”Walaupun sering banjir, namun cepat surutnya,” katanya. Dikatakan, akibat luapan Sungai Waridin, tanaman padi masyarakat juga terendam dan sejumlah halaman rumah warga ikut terendam.”Kami harapkan, hujan segera reda sehingga debit air tidak terus bertambah dan tanaman padi tidak mati karena lalau sampai terendam lebih dari lima hari tanaman bisa mati,” ujarnya.

Ditambahkan, kalau mengamati cuaca nampaknya hujan lebat masih akan terjadi beberapa hari kedepan, meski demikian pihaknya berdoa semoga air cepat surut sehingga tanaman warga yang saat ini terendam air selamat dari gagal panen. Sedangkannya kalau air terus bertambah dan tanaman terendam hingga berhari-hari maka tanaman warga bisa mati dan petani terancam gagal panen.”Untuk Iran kami berdoa air disawah segera surut sehingga tanaman pagi bisa selamat dari gagal panen,” doanya. (1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here