Demi Selamatkan Pantai, 119 Siswa SD Muhammadiyah Sukorejo Rela Tanam Bakau Ditengah Hujan

0
856
Keterangan Foto: Para siswa dengan riang gembira mengikuti belajar di luar kelas berupa tanam Bakau dan panen bandeng di Dukuh Krayapan Desa Purwokerto Kecamatan Brangsong.

KENDAL – Hujan lebat dan kondisi jalan yang becek dan berlumpur disepanjang tambak Dukuh Krayapan Desa Purwokerto Kecamatan Brangsong hingga pantai sepanjang 3 km tidak menyurutkan nyali para siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Sukorejo untuk melaksanakan kelas luar sekolah yaitu menanam bakau untuk menyelamatkan pantai dari abrasi, menjaga kelestarian alam dan panen bandeng.

Pukul 06.00 WIB di depan warung makan 53 Sumber Kebumen mulai berdatangan siswa siswi kelas 3 SD Muhammadiyah Sukorejo bahkan ada yang datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan, ini menandakan bahwa begitu semangatnya anak-anak mengikuti acara tersebut. Satu demi satu siswa-siswi yang diantarkan para orangtua mulai memenuhi area parkir tersebut.

Mereka mencari bus masing- masing kelas yang sudah diberikan nama di masing-masing bus tersebut. Sekitar pukul 06.30 WIB semua anak kelas 3 sudah siap berangkat, meskipun agak terlambat dari jadwal keberangkatan yaitu pukul 06.00 WIB karena ada satu insiden salah satu siswa yang pobia tidak mau naik ke bus. Dengan bujukan dari walikelasnya yang penuh perhatian akhirnya si anak mau masuk ke dalam bus bersama teman temannya.

Perjalanan yang penuh semangat dan kegembiraan dari semua siswa-siswi kelas 3 tersebut sempat membuat kecewa karena begitu pejalanan baru sampai di desa dadap ayam, hujan menguyur perjalan. Rasa khawatir menyelimuti perasaan semua orang karena disepanjang perjalanan hujan juga tidak kunjung reda sampai kami masuk SPBU Cangkring Brangsong untuk istirahat. Sekitar pukul 08.45 WIB sampai ditempat Dukuh Krayapan, rombongan menuju transit yaitu di rumah dari orang tua salah satu dari guru SD Muhammadiyah yaitu ibu Lumkhatun. Sesampainya di tempat transit hujan pun reda sehingga rombongan begegas berangkat menuju tempat tujuan penanaman dan tambak bandeng.

Pukul 09.00 WIB tepat rombongan memulai pejalanan menuju lokasi penanaman bakau, baru saja berjalan sekitar 100 meter hujan kembali mengguyur dengan lebatnya. Jalan setapak yg semula baik-baik saja dalam sekejap menjadi jalan tanah yang berlumpur dan becek karena dilewati oleh hampir 126 pasang kaki. Langka demi langkah rombongan lalui dengan ditemani rintikan hujan yg sesekali hilang deterpa angin semakin membuat perjalan bengitu asyik karena semua siswa siswi tetap begitu semangat menuju tempat penananman bakau.

Perjalan yang licin dan berlumpur ternyata membuat kami memakan banyak waktu untuk samapai di lokasi, jalan yang normalnya sekitar 30 menit pejalanan, kami tempuh hampir satu jam setengah. Perjalanan dengan medan jalan yang kami lalui juga bnyak menguras tenaga kami, setelah istirahat kami memulai acara penaman bakau. Satu demi satu anak di berikan 3 bibit bakau siap tanam dan kemudian menammya di tempat yang sudah disediakan.”Anak-anak meras sangat senang karena menjadi salah satu yang menjaga kelestarian alam sekitar pesisir pantai. Pohon bakau adalah salah satu pohon yang dapat melindungi dari abrasi pantai,” ujarnya.

Kepala SD Muhammadiyah Sukorejo Butuk Kemisih SPd mengatakan, bertujuan memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada siswa-siswi SD Muhammadiyah Sukorejo tentang keadaan dipesisir pantai dan senantiasa menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon bakau di pesisir pantai.

Dikatakan, setelah semua anak menanam bakau kami melanjutkan menuju ke lokasi ke dua yaitu tambak bandeng untuk ikut memanen bandeng. Lokasi kedua atau tambak bandeng yang dituju ternyata satu arah dengan jalan pulang. Lagi-lagi jalan menuju tambak bandeng ditemani dengan guyuran hujan yang begitu lebat, sekitar 15 menit perjalan baru sampai di lokasi kedua.”Setelah istirahat sebentar kami kemudian masuk ke tambak bandeng yang siap panen, dengan dibantu para pekerja warga sekitar satu demi satu bandeng berhasil kami tangkap dan dikumpulkan menjadi satu,” ujarnya.

Dijelaksan, kegiatan penanaman bakau dan panen bandeng sudah selesai kemudian rombongan kembali ke tempat transit untuk membersihkan badan yang penuh dengan lumpur. Seusai membersihkan badan dan menikmati makan siang yang sudah tersedia, rombongan kembali ke bus untuk melanjutkan perjalaan menuju obyek wisata BLADON. Pukul 14.45 WIB rombongan melanjutkan perjalanan pulang ke Sukorejo.”Alhamdulillah kegiatan luar kelas kami berjalan dengan lancar walupun hujan dan Medan yang menantang tapi para siswa dengan riang gembira menjalaninya,” ujar Kepala Sekolah.

Salah satu siswa Azmi Ash Shiddiqy mengaku senang dengan kegiatan luar kelas tersebut. Menurut Azmi, ini baru pertama dirinya melakukan tanam bakau dan panen bandeng. Dikatakan, meski perjalanan menuju lokasi, kondisi jalanya becek dan hujan deras namun para siswa mengikutinya dengan riang gembira.”Senang sekali dengan kegiatan tanam tembakau dan panen, karena kita menanam sambil bermain dan goreskan dengan teman yang lain jadi tidak takut dan tidak capek,” ujarnya. (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here