Sering Akibatkan Banjir, Wartawan ‘Wadul’ Sedimentasi Kali Kendal Tinggi Ke DPR RI Fadholi

0
26

KENDAL – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam PWI Kabupaten Kendal ‘wadul’ ke Anggota DPR RI Fadoli, terkait sedimentasi Kali Kendal yang sangat tinggi sehingga sering mengakibatkan banjir. Aspirasi itu didampaikan ke Fadholi karena Pemerintah Kendal dinilai kurang tanggap mengatasi banjir yang sering melanda Kecamaatan Kendal setiap musim hujan.

Menurut Fadholi, permasalah banjir harus segera dicarikan solusinya.”Saya berharap, seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah setempat, untuk bersama-sama mencari solusi cara mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah Kota Kendal. Jadi bukan hanya dengan jawaban ini kewenangan provinsi atau pusat saja,” ujar Fadholi, Jumat (19/1/2024).

Berdasarkan dari aspirasi yang Fadholi serap dari yang disampaikan para awak media, terjadinya banjir akibat sendimentasi, maka pihaknya akan mendorong pihak terkait supaya segera melakukan normalisasi.

“Aspirasi ini saya tampung dan akan saya sampaikan kepada pihak PUPR supaya dilakukan normalisasi Kali Kendal,” jelasnya.

Fadholi akan mengajak pihak terkait dan juga para awak media berkeliling turun langsung ke lapangan, untuk melihat kondisi sungai di Kendal yang sering meluap dan menggenangi permukiman warga.”Saya akan ajak panjenengan semua, bersama pihak terkait untuk ikut mengecek, wilayah mana saja yang sering terjadi banjir dan penyebabnya,” ujarnya.

Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah 1 yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga ini mengaku, mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kendal. Maka dirinya juga berharap, sektor-sektor yang menjadi pertumbuhan perekonomian harus diperhatikan.”Saat ini saya sedang konsen pada pengembangan ekonomi di perdesaan. Karena ekonomi perdesaan bagian yang sangat penting. Diantaranya dengan pembangunan jalan-jalan di desa, kemudian kesejahteraan masyarakatnya melalui bantuan rumah tidak layak huni di Kendal berjumlah lebih dari seribu unit. Dalam tiga tahun terakhir ada 3.000 unit rumah tidak layak huni yang kita bantu,” beber Fadholi.

Selanjutnya di sektor pertanian, terutama untuk mendukung hasil usaha, pihaknya menyalurkan bantuan irigasi. Karena menurutnya sangat penting.”Selain itu, yang tak kalah penting untuk kita tumbuhkan adalah pengembangan pasar desa. Dan hari ini program pasar desa tersebut kita berikan satu di wilayah Kendal atas,” ungkap Fadholi.

Dikatakan, banjir yang terjadi di Kendal lebih banyak diakibatkan karena pemotongan bukit dan hutan di Kendal.”Pemotongan bukit ini diyakini sebagai pemicu bencana banjir yang merugikan masyarakat setempat,”katanya.

Fadoli menegaskan bahwa langkah-langkah preventif dan mitigasi bencana seharusnya telah diambil oleh pemerintah setempat untuk mencegah dampak negatif dari aktivitas pemotongan bukit.

Pihaknya mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk melibatkan berbagai pihak terkait dalam upaya penanganan dan pencegahan bencana serupa di masa mendatang.”Pemotongan bukit, tanpa pertimbangan yang matang, diyakini akan terus memperburuk situasi dan meningkatkan risiko banjir di Kendal,” pungkasnya.

Salah satu warga Kendal Sapawi (54) mengaku selama musim hujan tahun sudah beberapa kali, kampungnya terendam banjir. Dijelaskan, setiap terjadi hujan lebat di Kendal sudah hampir bisa dipastikan Kali Kendal meluap dan mengakibatkan banjir.”Walaupun banjir tidak berlangsung lama tapi sangat mengganggu aktivitas warga. Semoga Kali Kendal Kendal segera di normalisasi sehingga tidak terjadi banjir lagi,” harapnya.  (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here