KIK Siap Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

0
124

KENDAL – Mengunjungi Kawasan Industri Kendal (KIK) merupakan rangkaian agenda peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Kendal.  Dalam kunjungan tersebut,  wartawan mendapat penjelasan seputar KIK, sebagai sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jalan Arteri, Brangsong yang dibangun atas kerjasama Sembcorp Development Ltd dari Sangpura dan PT Jababeka Tbk.”Kami mendapat penjelasan, bahwa KIK siap menyerap puluhan ribu tenaga kerja tahun ini, karena sejumlah pabrik sudah siap beroperasi,” ujar Widiartono saat bersama rombongan wartawan perwakilan PWI Jateng dan PWI kabupaten/kota yang didampingi Sekretaris Dinas Disminfo Kabupaten Kendal, Dwi Cahyono Suryo itu diterima Head of Sales & Marketing KIK Juliani Kusumaningrum dan Head of Corporate Services Luki Rita Mayawati, Jumat (18/02/22).

Widi mengaku tertarik mengunjungi KIK karena sebagai kawasan industri tentu sarat dengan tantangan-tantangan terutama dalam persoalan ekologi.”Sudah lama sebenarnya saya berniat ke sini, baru sekarang kesampaian. Meskipun baru menyaksikan profil dan infrastruktur KIK melalui video, namun saya bisa meraba bagaimana pertumbuhan ekonomi di Kendal demikian pesat,” kata wartawan senior itu.

Head of Sales & Marketing KIK Juliani Kusumaningrum menyampaikan apresiasi kepada PWI Jateng dan PWI Kendal yang melibatkan KIK dalam rangkaian perayaan HPN tingkat Jateng di Kendal. Yuli sapaan akrabnya-memaparkan KIK sebagai pusat bisnis di Kendal yang memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Bandara Internasional Ahmad Yani, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan di tengah-tengah Yogyakarta dan Surabaya.

Menurut Yuli, KIK seksi untuk berinvestasi sehingga banyak perusahaan asing berekspansi ke Kendal. Kontribusi paling nyata bagi Kabupaten Kendal, lanjut Yuli, yaitu penyerapan tenaga kerja, dimana 11.380 karyawan lokal yang dipekerjakan di KIK, 80 persen diantaranya adalah warga Kendal. Kecuali itu, kontribusi bagi Jateng adalah kerjasama link anda match antara perusahaan atau pelaku industri dengan politeknik dan SMK, sehingga lulusannya bisa langsung terserap.”Industri apa saja yang di KIK? Di sini ada makanan dan minuman, elektronik, otomotif, fashion, furnitur, dan pendukung dari lima industri tersebut seperti logistik dan packaging,” kata Yuli.
Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong pada 2016 silam, KIK telah mendatangkan 70 perusahaan, 19 diantaranya sudah beroperasi dan 15 dalam tahap konstruksi.. Mereka dari Indonesia, Hongkong, Singapura, Taiwan, Korsel, Malaysia dan Thailand.”Di sini ada pabrik sepeda, jok mobil, tempat tidur rumah sakit yang diekspor ke Malaysia,” tambahnya.

Kepada wartawan, manajemen KIK juga membeberkan bagaimana kiat perusaan dalam pengelolaan lingkungan hijau untuk keberlanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, para wartawan terlihat sangat antusias mengikuti acara mulai melihat maket KIK, menyaksikan video profil KIK hingga sesi tanya jawab.
Materi pertanyaan seputar produk yang dihasilkan, misalnya furniture apakah berbahan kayu atau non-kayu. Selain itu, bagaimana pengelolaan limbah, upaya pencegahan terjadinya banjir atau rob ketika hujan turun dan nilai investasi yang dikucurkan investor. Selanjutnya, bagaimana KIK menghadapi isu lingkungan khususnya air bawah tanah. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini