Khitanan Massal Di TMMD Dilakukan Dengan Protokol Kesehatan Ketat

0
4

KENDAL– Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0715 Kendal selain melakukan  pekerjaan  fisik  juga ada kegiatqn nonfisik, salah satunya   sunatan massal  yang diadakan di   ruang kelas  SD Sendangkulon 03 bekerja sama  dengan Yayasan Cinta Duafa Kendal. Khitanan massal dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, Minggu (18/10/2020).

Sebanyak sepuluh  anak  di Desa Sendangkulon  mengikuti  sunatan massal tersebut. Kepala Staf Kodim 0715 Kendal,  Mayor  Infantri Sukamto mengatakan, sunatan massal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian TNI terhadap  masyarakat terutama mereka yang kurang mampu.“Dengan adanya sunatan massal ini, setidaknya program TMMD  Kodim Kendal ini,  bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu yang ibgin mengkhitankan anaknya,” kata Mayor Infantri, Sukamto.

Menurut Sukamto, saat ini  masih suasana pandemi Covid-19 maka  untuk peserta  kitan juga dibatasi untuk  menghindari kerumunan massa. Dalam pelaksanaan sunatan massal ini, panitia tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, cuci tangan dengan sabun saat masuk di area sunatan massal dan menjaga jarak untuk menghindari kerumunan.”Baik panitia, peserta dan orangtua peserta kitanan massal, semua harus mentaati protokol kesehatan,” ujar Sukamto.

Selain dikitan gratis,  anak- anak  mendapat uang saku, peralatan sekolah seperti tas, buku tulis, peci, sarung dan  sembako.“Awalnya saya takut. Tapi setelah disuntik,  rasanya  geli dan tidak terasa sakit. Hanya saja, saat disuntik  seperti digigit  semut  dan kaget,” kata salah satu anak bernama Ikbal Idris.

Nanda Rizki awalnya  juga takut mendengar temannya menjerit saat disunat. Namun  setelah dikasih tahu tidak sakit, ia akhirnya mengikuti  arahan  dari dokter, sehingga  tidak merasakan sakit. Orangtua  Nanda Rizki bernama Munjari, mengatakan, dirinya sangat  berterima kasih kepada TNI yang sudah  mengkitankan anaknya. Karena  ditengah pandemi Covid-19  ini, ia belum mempunyai uang yang cukup untuk  membiayai  khitan anaknya.“Untuk mencukupi kebutuhan  hidup  sehari- hari saja, terkadang tidak cukup,” terang Munjari. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here