Antisipasi Penularan Covid-19, DKK Kendal Usulkan Tes Sweb Setiap Persalinan

0
7
KENDAL  – Kebiasaan baru dilakukan berbagai pihak untuk meminimalisir dan mencegah penularan Covid-19, mulai dari cuci tangan, jaga jarak dan memakai masker. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal akan melakukan langkah pencegahan penularan Covid-19 pada setiap tindakan proses persalinan yang akan dilakukan oleh ibu hamil di Kabupaten. Kepala Dinas Kesehatan Kendal Drs. Ferinando Rad Bonay menyampaikan  untuk meminimalisir dan mencegah penularan Covid-19 disarankan melakukan tes swab pada H-7 tanggal perkiraan kelahiran termasuk adanya ruang khusus untuk perawatan ibu hamil dan calon bayi yang akan dilahirkan. Hal tersebut disampaikan Ferinando saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 oleh satuan tugas di Operasional Room (OR) Setda Kendal, Rabu (14/10/2020).“Kemarin saya sampaikan saat rapat intinya dalam rangka penanganan covid-19 untuk disiapkan ruang khusus penanganan persalinan, kemudian ibu hamil akan dilakukan tes swab pada H-7 dari tanggal perkiraan,” jelas Ferinando Rad Bonay.

Dalam kesempatan intu dia melaporkan di perkantoran khususnya dibidang kesehatan terdapat klaster baru yaitu Puskesmas Weleri 1, Menyikapi hal tersebut Protokol kesehatan diharapkan untuk menjadi perhatian khusus dan setiap petugas serta pengunjung wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha, ST MSi  mengatakan jika saat ini beberapa masyarakat mulai mengalami kesadaran akan pentingnya menggunakan masker, berdasarkan hasil laporan dari Kesbangpol jika penegakan hukum protokol kesehatan telah dilakukan selama 2 kali sehari pagi dan malam.“Saat ini sudah ada peningkatan kesadaran dari masyarakat, operasi masker juga sering dilakukan setidaknya 2 kali sehari, kita juga sudah meminta untuk tingkat Kecamatan bergerak melakukan operasi masker dengan Satgas tingkat Kecamatan,” Jelas Sekda Kendal.

Diakui juga bahwa kesadaran masyarakat tentang penggunaan masker, meski mulai berangsur naik masih terdapat beberapa warga yang hanya menggantungkan masker di leher.”Operasi masker harus terus dilakukan sampai kebiasaan baru cuci tangan, jaga jarak dan memakai masker menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat tanpa harus disuruh-suruh lagi,’ harapnya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here