Kantor Pelabuhan Niaga Senilai Rp 2,5 Milliar Mangrak Dan Mulai Retak-Retak

0
9

KENDAL – Bangunan Kantor Pelabuhan Niaga senilai Rp 2,5 milyar yang berada di sebelah barat Pelabuhan Penumpang Kendal mangkrak dan mulai retak-retak disejumlah dinding dan tiang. Retakan tersebut jelas terlihat saat sejumlah aktivis mendatangi lokasi dan menunjukan sejumlah retakan itu kepada wartawan.

Aktivis anti korupsi Kabupaten Kendal, Nur Khamid mengatakan dirinya mendapat informasi dari masyarakat kalau Gedung Kantor Pelabuhan Niaga mengalami sudah rusak, sehingga dirinya bersama sejumlah wartawan mendatangi lokasi ternyata benar.”Iya saat dicek, ditemukan retakan  pada sejumlah dinding dan tiang,” jelasnya, Selasa (07/01/2020).

Nur Khamid menilai, ada yg tidak beres dalam pembangunan gedung Kantor Pelabuhan Niaga tersebut. Itu pihaknya meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab atas ketidakberesan pembangunan gedung tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Suharjo saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan gedung Kantor Pelabuhan Niaga dibangun bertahapai dari tahun 2017 dengan anggaran Rp 1,4 milliar, tahun 2018 dengan anggaran Rp 1 milliar dan tahun 2019 dengan anggaran sekitar Rp 200 juta.

Keterangan Foto: Gedung Kantor Pelabuhan Niaga senilai Rp 2,5 milliar mangkrak dan mulai retak-retak.

Menurut Suharjo, gedung Kantor Pelabuhan Niaga dibangun untuk persiapan operasional Pelabuhan Niaga Kabupaten Kendal yang rencananya akan beroperasi tahun 2020. Dikatakan, gedung tersebut memang dibangun Pemkab Kendal namun yang akan mengisi personel dari Kantor Kesyahbadaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku penyelenggara pelabuhan.

Suharjo, gedung Kantor Pelabuhan Niaga bukanya mangakrak tapi memang belum ditempati karena Pelabuhan Niaga belum beroperasional.”Ya namanya gedung belum ditempati, bukan mangkrak,” ujarnya.

Terkait sejumlah dinding dan tiang yang sudah terlihat retak-retak, Suharjo menjelaskan, sebelum di pondasi memang diurug lebih dahulu dan mungkin karena urugan yang cukup tinggi membuat tanah ada pergerakan. Suharjo mengaku sebelum pondasi pada aaat urugan memang pada gambar ada trucuk bambu sebagai penguat tapi setelah dibangun pondasi semua pakai besi sesuai dengan spek pekerjaan.”Jadi tidak benar kalau pondasinya pakai trucuk bambu,” jelas Suharjo.

Ditambahkan, pihaknya juga mengusulkan ke pusat agar dilakukan pengerukan sedimentasi pada kolam Pelabuhan Niaga untuk tahun anggaran 2020. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here