GTT Yang Dilantik Menjadi Panwascam, Pilih Mundur

0
96

BLORA – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Kamis siang (26/12/2019) akhirnya memanggil sejumlah guru yang menjadi anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk Pilkada 2020. Mereka menjalani pemeriksaan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora di ruang kerjanya.

Kepala Dinas Pendidikan Hendi Purnomo, SSTP MA mengatakan, ada 7 guru yang dipanggil, mereka dipanggil untuk dilakukan klarifikasi terkait status mereka yang menjadi anggota Panwascam.

“Kami hanya melakukan klarifikasi kepada mereka. Ini ada 7 kami panggil, yang memang tanggung jawab kami.
Intinya, tidak ada larangan bagi mereka menjadi anggota Panwascam, cuma karena aturan anggota Panwascam yang mengharuskan kerja penuh waktu, itu yang perlu mereka pahami. Jadi saya persilahkan mereka untuk berpikir sesuai hati nuraninya,” kata Hendi kepada wartawan.

Hendi menjelaskan tidak ada paksaan dari dirinya untuk mengundurkan diri sebagai anggota Panwascam. Namun ia meminta agar mereka bisa berpikir lebih jernih dan bijaksana.”Tolonglah ini kan sudah menjadi viral. Berpikirlah dengan bijak sesuai hati nurani. Karena apapun ini nanti yang kena Diknas,” pintanya.

Setelah menjalani klarifikasi hampir 2 jam, tiga dari tujuh guru yang masih berstatus Guru Tidak Tetap (GTT) tersebut akhirnya memilih mengundurkan diri dari Panwascam. Sedangkan tiga orang lainnya meminta waktu untuk berpikir.”Ini muncul dari hati nurani saya sendiri. Tidak ada paksaan. Saya pilih mundur dari Panwascam. Saya akan memilih sebagai guru saja. Nanti saya akan langsung buat surat pengunduran diri ke Bawaslu”, ucap Purnomo salah satu guru yang menjadi anggota Panwascam.

Hal yang sama disampaikan Siti Nur Fitriani, salah seorang anggota Panwascam dari Kecamatan Sambong. Ia lebih memilih menjadi guru daripada anggota Panwascam.

“Kalau saya pilih mundur pak. Mundur dari Panwascam. Pertimbangannya kan saya dari pendidikan pak. Gak enak sama Kepala Dinas dan Lembaga saya. Kan dampaknya bukan ke saya saja. Saya kasian ke anak didik jika mereka ikut terganggu akibat saya,” kata Siti.

Siti pun mengharapkan kepada Bawaslu kedepannya untuk lebih teliti saya melakukan perekrutan anggota Panwas.”Saya hanya berpesan kepasa Bawaslu, jika ada tes seleksi apapun itu harus koordinasi dengan yang di atas. Kalau sudah kayak gini kan susah pak. Kita sudah repot ikut tes, udah dilantik. Tiba-tiba terjadi seperti ini. Kan susah. Kita juga kan mengeluarkan biaya untuk semuanya itu,” keluhnya.

Informasi yang telah viral, terdapat 19 guru di Kabupaten Blora yang terdata menjadi anggota Panwascam. Mereka mengajar di sejumlah sekolah dan yayasan mulai tingkat Paud hingga SMK. (KU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here