Talut Jalan Alternatif Kendal-Temanggung Longsor

0
18
Keterangan Foto: Talut di Desa Pagergunung yang longsor diperbaiki.
KENDAL – Talut yang berada di jalan alternatif Kendal-Temanggung tepatnya di Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung longsor belum lama ini. Kondisinya jalan yang membahayakan pengendara ahirnya segera diperbaikan dengan membuat bronjong untuk menahan tanah longsor tidak semakin parah. Pekerjaan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng.
Salah seorang pengguna jalan, Iyem (36) mengatakan, sejak talutnya longsong beberapa pekan lalu, kondisi jalan sangat rawan dan berbahaya bagi pengendara baik sepeda motor dan mobil. Menurutnya, kondisi jalan yang menghubungkan jalan alternatif Kendal-Temanggung, jika tidak segera diperbaiki, longsoran bisa semakin parah. ‘’Saya berharap pembatas jalan yang ada saat ini nantinya juga kembali dipasang agar tidak membahayakan pengguna jalan,’’ tuturnya.
Pengawas lapangan dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Sulton, mengatakan, perbaikan talut jalan alternatif Kendal-Temanggung segera dilakukan karena sudah banyak masukan dari masyarakat. Dikatakan, perbaikan talut yang longsor menggunakan sistem bronjong yang berfungsi sebagai penahan agar longsoran tanah di jalan penghubung Kendal-Temanggung tersebut tidak terus tergerus dan longsor semakin parah. ‘’Longsor terjadi sekitar Februari silam. Tingginya curah ketika itu mengakibatkan tanah longsor,’’ kata dia, Rabu (24/07/2019).
Dijelaskan, talut yang longsor sepanjang 30 meter dengan ketinggian sekitar delapan meter. Perbaikan sudah dilakukan sejak Rabu (17/07/2019) dan ditargetkan rampung satu bulan. Pihaknya mengerahkan delapan pekerja yang juga dibantu warga sekitar untuk mengatur arus lalu lintas. ‘’Kami dibantu sejumlah warga sekitar untuk memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas,’’ tuturnya.
Sulton menerangkan, perbaikan talut baru dilakukan Juli karena menunggu musim kemarau. Sebab jika dilakukan di musim hujan, pihaknya khawatir, pekerjaan tidak bisa optimal dan talut kembali longsor karena curah hujan. ‘’Pembangunan menggunakan dana bencana. Namun, besaran nilainya saya tidak hapal. Kondisi Jalan Weleri-Patean di sejumlah titik rawan longsor. Saya mengimbau pengguna jalan berhati-hati ketika melintas di wilayah tersebut,’’ jelas Sulton.  (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here