Tersandung Masalah Hukum 71 WNA Dideportasi

0
26

KENDAL – Pemantauan keberadaan warga negara asing terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Kantor Kesbangpol dan sejumlah petugas.

Untuk wilayah Jawa Tengah secara umum, petugas dari kantor wilayah Imigrasi Kemenkumham setempat, Sutejo mengatakan, selama tahun 2019 hingga bulan juli ini berhasil mendeportasi 71 WNA bermasalah. Mereka berasal dari Saudi Arabia yang mencapai 18 orang, China 7 orang, Malaysia 5 orang, Iran 5 Orang, India 3 Orang, dan lainya 33 WNA.”Pelanggaran terbanyak yang menyebabkan petugas imigrasi harus memulangkan paksa mengalami pelanggaran hukum,” jelasnya.

Tim Penantau Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang mendapati ratusan WNA dari berbagai negara kedapatan tinggal di wilayah Kabupaten Kendal. Hal tersebut disampaikan petugas saat rapat koordinasi penguatan tim pengawasan orang asing Kabupaten Kendal tahun anggaran 2019 yang diselenggarakan Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia kantor wilayah Jawa Tengah Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Rabu (17/07/2019).

Menjadi sorotan khususnya di daerah tingkat II yang mempunyai kawasan industri disinyalir terdapat banyak WNA. Tidak semua kedatangan orang asing dari luar negeri membawa manfaat terhadap Indonesia. Salah satunya yakni Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ratusan warga negara asing menyebar dan tinggal di Kabupaten Kendal.

Dari data yang dihimpun, terdapat 86 WNA yang menggunakan Ijin Tinggal Sementara (ITAS), 26 menggunakan Ijin Tinggal Tetap (ITAP), serta 8 orang warga negara asing menggunakan fasilitas Izin Tinggal Kungjungan (ITK). Terdapat 120 WNA saat ini tengah menetap tinggal di Kabupaten Kendal.

Hal tersebut dikatakan langsung Kasie Intel dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Ma’mum menjelaskan saat melakukan pengecekan legalitas perizinan tinggal warga negara asing di wilayah Kabupaten Kendal.
“Sejauh ini tidak ada temuan pelanggaran di Kendal, berbeda di kota Semarang yang kerap kali mengungkap keberadaan orang asing yang melakukan pelanggaran,” ujarnya. Dia berharap dengan adanya rakor Timpora akan meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi untuk saling berbagai informasi adanya orang asing diwilyahnya masing-masing,” jelasnya.

Terkait belum sinerginya dalam pemantauan antara Kesbangpolinmas dan OPD di jajaran pemerintah Kabupaten Kendal, Ma’mun selaku petugas dari kantor Imigrasi Semarang berharap bisa segera melakukan komunikasi yang inten untuk mengurangi miskomunikasi antar sesama petugas di lapangan, supaya bisa maksimal dalam pemantauan WNA.(UJ/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here