Warga Kandangan Dijari Bertanam Model Hidroponik

0
75
Keterangan Foto: KKN UPGRIS mengajari warga Desa Kandangan sistem tanam hidroponik dan

SEMARANG – Mahasiswa KKN UPGRIS menggelar workshop pemanfaatan media tanam modern baik hias dan sayuran, Hidroponik dan Hydrogel di Balai Dusun Balekambang, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (11/2/2019). Acara diikuti 40 peserta yang terdiri dari Ibu PKK Dusun Balekambang, mahasiswa KKN, Perangkat Desa, danmasyarakat Desa Kandangan yang sebagian besar berprofesipetani.

Ketua Panitia Ani Masruroh mengatakan kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan memberikan pengetahuan serta pengalaman langsung tentang Hidroponik bagi petani Dusun Balekambang. Dikatakan, penanaman tanaman hias menggunakan Hydrogel serta pemanfaatan tanaman sayuran untuk diolah seperti salad.

Dikatakan, mahasiswa KKN berusaha mengedukasi peserta agar bercocok tanam tidak hanya di ladang saja, melainkan ada teknologi pertanian baru yang bisa diterapkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan maupun yang mempunyai lahan yaitu dengan sistemhidroponik.

Dijelaskan, workshop mengangkat tema “Penanaman Menggunakan Hidrogel, Hidroponik dan Pengolahan Hasil Hidroponik”. Dikatakan, work shop terbagi dalam tiga sesi, pertama pemaparan materi tanaman hias media Hidrogel, kedua tanaman Hidroponik sistem wit dan terakhir praktek bersama pengolahan hasilHidroponik. “Alhamdulilah semua peserta terutama ibu PKK sangat antusias mengikuti kegiatan workshop, karena dinilai sangat bermanfaat,” ujarnya.

Dalam ketiga sesi, praktisi Hidroponik mahasiswa program studi Biologi yang telah berpengalaman dalam bidang penanaman Hidroponik dan Hydrogel membahas tentang pertanian organic, teknis Hidroponik, kendala tips dan trik bercocok tanam dengan Hidroponik serta pengolahan hasil hidroponik seperti salad sayur.

Usai pemberian materi, peserta juga diajak praktek, berupa demonstrasi dan pembuatan tanaman Hidroponik sistem wit memanfaatkan media barang bekas dipandu mahasiswaKKN UPGRIS 2019 yang dibagi dalam dua kelompok yakninutrisi tanaman dan pengolahan hasil. “Kegiatan berjalan lancar, petani dan ibu PKK siap mempraktikkan di rumah mereka,” ungkap Ani.

Tabita Hanjani Baiduri salah satu peserta mahasiswa KKN UPGRIS mengaku senang bisa memberikan pelatihan ini kepada masyarakat. Diharapkan, mereka nantinya mengembangkan usaha tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.“Saya juga ingin mencobanya secara langsung, di daerah asal saya,” jelasnya.

Kepala Dusun Balekambang Sugiyarto mengatakan pelatihan ini sangat membantu masyarakat mengembangkanpotensi lingkungan Dusun Balekambang yang cukup efektif untuk pembuatan tanaman hidroponik. Pihaknya berterimakasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS dengan adanya pelatihan ini.”Masyarakat mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi tanam modern. Besar harapan saya masyarakat Dusun Balekambang menerapkan teknologi  ini untuk menunjang ekonomi masyarakat,” ujar Sugiyarto. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here