Jadwal Keberangkatan KAI Semarang – Jakarta Terhambat

0
18

BATANG – Banjir menggenangi jalur perlintasan kereta api Semarang – Jakarta di Batang membuat jadwal keberangkatan kereta api, harus ditunda, Minggu (27/01/2019). Banjir di Batang menggenangi jalur kereta api Batang – Ujungnegoro di KM 76 +1/8.

Dari hasil pantauan petugas PT KAI, pada pukul 00.20 WIB petak jalan Batang-Ujungnegoro km 76+0/4 dan km 76+1/8  jalur hulu (arah surabaya) dinyatakan tidak bisa dilewati untuk operasional kereta api, dikarenakan jalur kereta api teremdam air sedalam 50 sentimeter di atas kop rel. Selain itu terdapat longsor antara stasiun Kuripan – Plabuhan pada KM 54 + 3.

Kemudian pada jam 02.28 jalur hilir ada gogosan km 76+2/4 (4 titik panjang ± 4 m) juga pada kondisi yang sama.

Direktur Operasional PT KAI (PERSERO) Slamet Suseno menjelaskan dengan kondisi tersebut, perjalanan kereta api menjadi terganggu, khususnya di jalur kereta api dari barat.

“Kereta api 48 (Sembrani) berhenti di stasiun Batang jalur kiri Batang – Ujungnegoro, dan juga kereta api 132 (Parcel) berhenti di Stasiun Batang, dan mengalami keterlambatan. Kereta Api 1844 (Petikemas) berhenti di Stasiun Pekalongan, dan juga mengalami keterlambatan,” katanya.

Sedangkan kereta api lainnya, yakni Kereta Api 150 (Menoreh) berhenti di Stasiun Pekalongan, Kereta Api 4 (ab Angrek) berhenti di stasiun Pekalongan, dan juga Kereta Apo 74 (Harina) yang saat ini berada di stasiun Tegal, dan semuanya mengalami keterlambatan.

Adapun beberapa kereta api lainnya, yang mengalami keterlambatan lainnya, yakni
Kereta Api dari timur Ka 131 (parcel) berhenti sta Kuripan lambat 153 menit, Ka 177 (kertajaya) sta Weleri lambat 151 menit, Ka 171 (Matarmaja) sta Kalibodri lambat 120 menit
– kp/12393 (kirim rangkaian) sta Kalibodri lambat 138 menit
– ka 141 (Majapahit) sta Semarang tawang lambat 70 menit.

Suseno mengatakan bahwa pihaknya mengintruksikan untuk segera menginformasikan kepada penumpang yang ada di kereta api yang mengalami terganggu perjalannnya tersebut.

“Sehubungan hal banjir tersebut, kondisi lalu lintas pantura juga banjir serta macet sehingga operasional perjalanan kereta api direncanakan dialihkan rutenya dengan jalan memutar, melalui Tegal, Purwokerto, Yogya, Solo, Kedungjati, Brumbung, Semarang, dan sebaliknya,” ungkapnya.

Suseno menambahkan, perkembangan membaik terjadi pada jam 03.05 ketinggian air di km 76+2/4 mulai surut, menjadi 23 sentimeter dari kop rel.

“Dan di jam 04.13 ketinggian air menjadi 20 cm dari kop rel, selanjutnya jam 04.39 km 76+2/6 ketinggian air jalur hulu dan hilir surut menjadi 5 cm diatas kop rel,” sebutnya.

Di tempat terpisah, lanjutnya, juga masih terus terjadi hujan yang cukup deras, pada jam 03.30 WIB, dan juga telah terjadi longsoran di km 54+3/4 petak jalan Kuripan – Plabuan. Akibatnya, kejadian tersebut menutupi jalur kereta api sepanjang 20 m, lebar 5 m, tinggi 1,5 m, dengan prediksi penyelesaian 4 jam.

Sedangkan, untuk mulai jam 08.20 WIB, di km 54+400 jalur hulu dapat dilalui dengan kecepatan 5 km/jam

Dan di KM 71 jalur hulu dapat dilalui 40 km/jam-km 76 jalur hulu ditingkatkan menjadi 60 km/jam, kemudian di km 76 jalur hilir masih proses perbaikan gogosan.

“Untuk lintasan Semarang – Tegal bisa tetap beroperasi, hanya saja pada petak jalan antara stasiun Ujungnegoro – Batang dan stasiun Kuripan-Plabuhan menggunakan satu jalur saja,” katanya. (CHY/01)

Sumber: Tribun Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here