Talut Kali Bodri Di Lanji Longsor, Warga Was-Was Setiap Hujan

0
40
Keterangan Foto: Talud Kali Bodri di Lanji longsor, untuk mengantisipasi banjir bandang warga bersama pemerintah membuat trucuk bambu.

KENDAL – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kendal dalam beberapa hari terahir membuat, talut Kali Bodri di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kendal, longsor sepanjang 80 meter. Meski baru dibangun 2018 lalu oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, namun talut longsor karena terdorong tanah tanggul yang berada di sebelah timurnya. Akibat warga selalu wws-was setiap terjadi hujan lebat. Warga takut, tanggul jebol dan terjadi banjir bandang. Pihak desa sudah melaporkan kondisi tersebut ke pihak kecamatan dan diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal agar segara ditangani.

Salah satu warga, Asrori, mengaku, warga selalu was-was jika hujan. Mereka khawatir tanggul jebol dan terjadi banjir bandang. ‘’Saban hujan deras, warga selalu memantau kondisi ketinggian air di Kali Bodri. Bahkan banyak warga yang tidak berani tidur,’’ kata dia. 

Kades Lanji, Siti Nur Faizun, mengatakan, talut longsor terjadi Jumat (19/01/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika itu ketinggian air di Kali Bodri mencapai 290 sentimeter. Kondisi air yang deras menyebabkan talut yang terbuat dari beton longsor, karena tidak mampu menahan tanggul tanah yang ada di sebelah timurnya.

Dikatakan, talut beton longsor dan masuk ke Kali Bodri. Kondisinya menyebabkan tanggul tersisa sekitar satu meter dari pemukiman warga.”Kondisi itu mengancam puluhan rumah warga dari dua dusun di Desa Lanji,’’ kata dia, Rabu (23/01/2019).

Kepala DPUPR Kendal, Sugiyono, menambahkan, talut yang dibangun Pusdataru Jateng memiliki panjang 240 meter dan sudah selesai pada 2018. Dikatakan, talut beton yang longsor panjangnya 80 meter dengan ketinggian sekitar tujuh meter. Akibatnya tanggul tanah Kali Bodri yang memisahkan dengan pemukiman warga hanya tersisa dengan ketebalan satu meter dan panjang 20 meter. ‘’Kami sudah menetapkan tanggap darurat terkait kejadian longsor tersebut,’’ jelasnya.

Menurut Sugiono, untuk mengantisipasi terjadinya tanggul jebol, Pusdataru Jateng telah memperbaiknya dengan memasang trucuk bambu. Pihaknya bersama BPBD Kendal akan menangangi di sebelah luar talut yang longsor. Longsor terus terjadi sejak Jumat malam hingga kemarin. 

Ditambahkan, jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa lebih parah.”Bila tanggul jebol menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Kendal kebanjiran. Sebab, kondisi Kecamatan Kendal lebih rendah dari Kecamatan Patebon,’’ pungkasnya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here