KONI Kendal Gelar Pelatihan Manajemen Pengelolaan Cabor

0
95
H. Subur Isnadi selaku Ketua KONI Kabuoaten Kendal saat memberikan sambutan kegiatan Manajemen Pengelolaan Cabang Olahraga.

KENDAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) Kabupaten Kendal bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gelegar, menggelar pelatihan Manajemen Pengelolaan Cabang Olahraga (Cabor), di salah satu loka wisata di Boja, Rabu – Jum’at (26-28/12/2018).

Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kabupaten Kendal Sunari Sofyan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KONI Kabupaten Kendal H Subur Isnadi.

Kegiatan pelatihan diikuti 39 orang, perwakilan dari cabor yaitu Panjat Tebing, Senam, Karate, Taekwondo, Bridge, Catur, Bola tangan, Bulutangkis, Bola Basket. Bola Volly, Bulutangkis, Dayung, silat, Sport Sepeda, Sepak Takraw, Angkat Berat, Hokey, Tarung Drajat, Gulat, Panahan dan Renang.

Hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut tiga nara sumber yaitu DR Joko Pranowo Adi, MPd selaku Ketua LSM Gelegar, Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kendal Drs. Sunari Sofyan dan Taufik Hidayat dari Universitas Negeri Semarang.

Ketua KONI Kendal H. Subur Isnadi mengatakan pelatihan Manajemen Pengelolaan Cabor bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola cabang olahraga dalam pengelolaan cabang olahraga untuk peningkatan prestasi.

“Manajemen pengelolaan cabang olahraga sangat penting peranannya dalam pencapaian prestasi suatu cabang olahraga. Dengan manajemen yang baik dan profesional, prestasi optimal pasti akan dapat diraih,” kata Subur.

Sementara itu, Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kabupaten Kendal Sunari Sofyan menyampaikan materi tentang manajemen olahraga prestasi.

Hal tersebut harus dilakukan sebagai upaya untuk optimalisasi prestasi atlet dan pelatih cabor yang telah lolos dari seleksi dalam menyongsong even di tingkat regional, nasional dan internasional yang akan datang.

Sunari menegaskan bahwa pencapaian prestasi optimal juga harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
” Mengacu dari hasil Porprov Jateng 2018 di Solo pada bulan Oktober yang lalu, sudah saatnya kita melakukan perubahan yang mendasar dalam metode dan pola pemusatan latihan. Dalam puslatkab yang akan datang, akan dilakukan pola promosi degradasi agar terjadi kompetisi diantara para atlet,” kata Sunari.

Pada kesempatan lain, DR Joko Pranowo Adi MPd, yang menyampaikan materi tentang Manajemen Pengelolaan Cabang Olahraga, mengatakan bahwa tujuan utamanya yaitu mempersiapkan para pengurus cabang olah raga agar mengerti dan memahami pengolahan data serta pelaporan atas aktifitas yang ada di cabang olah raga, sehingga prestasi yang diharapkan dari cabang olahraga akan dapat diraih.

“Tata kelola yang di masing-masing organisasi cabang olah raga sanhat berpengaruh terhadap capaian ptestasi,” tandas Joko. (ADP/01/09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here