Muhaidin: Video Saling Tendang Siswa dan Guru SMK NU 3 Kaliwungu Hanya Bercanda

0
376
Keterangan Foto: Dalam video terlihat sejumlah siswa mendorong dan menendang guru.

KENDAL – Video berdurasi 25 detik yang berisi lima siswa mencoba menendang seorang guru viral di media sosial facebook dan instragram. Bahkan sudah lebih dari 120 ribu nitizen yang melihat video terbut dalam waktu singkat.

Dalam video tersebut, sekitar lima siswa secara bergantian menendang ke arah guru tersebut, tetapi tendangan tidak sampai mengenai guru. Sang guru mencoba membalas dengan menendang siswa dengan gaya tubuh memutar namun juga tidak mengenai sasaran sehingga para siswa yang melihat langsung tertawa lepas.

Video ini sontak ramai menjadi pembicaraan di dunia maya. Setelah ditelusuri ternyata video tersebut merupakan siswa dan guru SMK NU 3 Kaliwungu. Kepala SMK NU 3 Kaliwungu, Muhaidin SAg MPdI MSi saat dimintai keterangan sejumlah wartawa mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Kamis (10/11/2018) di kelas X berlangsung mata pelajaran Tehnik Gambar Otomotif oleh guru Joko Susilo pada jam terahir. Saat itu Guru Joko menanyakan siapa yang tidak membawa kertas gambar. 

Tiba-tiba ada siswa yang melempar kertas yang mengenai guru Pak Joko. Selanjutnya Pak Joko menanyakan, siapa yang melempar tapi sejumlah siswa tertawa dan tidak diketahui lebih lanjut tiba-tiba terjadi seperti yang ada di video.”Itu semua hanya bercanda. Memang Pak Joko kerap bercanda dengan peserta didik,’’ katanya saat dimintai keterangan  sejumlah wartawan, Minggu (11/11/2018).

Muhaidin mengaku, saat itu sedang keliling kelas. Saat sampai di kelas X TKR, ia mendengar suara gaduh dari dalam. Kemudian pintu ia buka sehingga sepintas melihat peristiwa itu. ‘’Sore harinya Pak Joko saya ingatkan supaya tidak bercanda dengan berlebihan kepada anak-anak. Saya tidak menyangka kalau kejadian itu viral di sosial media,’’ ujar Muhaidi.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kendal, Ibnu Darmawan menyayangkan terjadi peristiwa itu. Dikatakan, tidak sepantasnya siswa melakukan hal itu kepada guru. Ibnu mengaku, sudah konfirmasi ke pihak sekolah, yang dilakukan oleh para siswa itu hanyalah bercanda. Gaya mengajar guru itu juga diselingi bercanda sehingga para siswa menganggap sang guru adalah teman sendiri.

Pihaknya mendesak agar pihak sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap guru dan siswanya hal itu bertujuan agar timbul situasi belajar yang benar dan penuh kasih sayang agar tidak terulang kejadian yang serupa.”Jadi Guru wajib dihormati oleh siswa dan guru juga menghormati siswa. karena dalam video tersebut sikap siswa sudah sangat berlebihan tidak ada rasa hormatnya kepada guru. jadi dua duanya kami minta untuk dibina, dan orang tua siswa dalam video itu juga dilibatkan dalam kasus ini,” jelasnya. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini