Gunung Prau, Surga Tersembunyi Di Wonosobo

0
113

WONOSOBO – Terbitnya matahari mungkin menjadi hal yang biasa. Namun di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, hal tersebut menjadi komoditas wisata yang menjadi buruan para wisatawan.

Dieng memiliki perbukitan dan pegunungan yang menawarkan pemandangan matahari terbit berwarna kuning keemasan atau yang disebut golden sunrise. Tak hanya satu tempat, ada beberapa tempat yang menyajikan objek wisata alam itu, yakni Bukit Sikunir, Bukit Skoter, Telaga Dring dan Gunung Prau.

Salah satunya Gunung Prau menjadi tempat favorit wisatawan untuk menyaksikan golden sunrise. Tak hanya matahari terbit dan tenggelam, gunung dengan 2 puncak di ketinggian 2.590 mdpl dan 2.565 mdpl  itu juga menawarkan pemandangan galaksi bimasakti ketika malam hari.

Salah satu pemandu wisata di sana, Kiki, mengatakan kalau keindahan tersebut mencapai puncaknya sekitar Juli sampai Agustus, bertepatan dengan musim panas di Indonesia. “Walau tidak hujan, tapi suhu udara di sini bisa mencapai 7 derajat Celsius. Inilah keunikan Dieng,” ujarnya.

Gunung Prau bisa dibilang gunung yang ramah bagi wisatawan yang belum pernah mendaki gunung. Kiki berkata, wisatawan bisa mendaki Prau melalui Jalur Dieng, dengan estimasi waktu sampai puncak sekitar 2 sampai 2,5 jam.

Sebelum memasuki kawasan Prau, wisatawan wajib melakukan registrasi di Basecamp. Di sana, wisatawan akan didata dan diminta membayar tiket masuk resmi dari KPH Kedu Utara seharga Rp10.000 per orang, serta untuk parkir dikenakan Rp 10.000 per motor.

“Yang belum pernah mendaki tetap bisa menjangkau Prau. Mereka hanya perlu menyiapkan tenaga yang cukup, pakaian mendaki yang nyaman di suhu dingin, dan obat-obatan pribadi,” ujar Kiki.

“Untuk pendaki yang tidak ingin camp, dan menikmati golden sunrise, sebaiknya berangkat mendaki lebih pagi, sekitar pukul 2 pagi, agar tak terburu-buru untuk sampai ke puncaknya,” lanjutnya.

Dari pengalaman salah satu pendaki asal Kendal, Prakoso mengatakan medan menuju puncak Prau melalui Jalur Kalilembu cukup bervariasi. “Tanah yang dipijak tak melulu menanjak, ada pula yang menurun, penuh akar tanaman sampai berlumpur pada saat hujan, dari Pos Pendakian Kalilembu cukup santai dan landai, butuh waktu sekitar 4 jam bagi pendaki pemula yang melewati Pos Pendakian ini,” Katanya.

Perlu ekstra hati-hati di pagi hari, karena tanah lebih licin setelah diselimuti air embun semalaman. Dikatakan Kiki, ada jalur yang lebih sulit, yaitu Jalur Patak Banteng.

Jurnalis Suarakeadilan.net tiba di puncak Prau tepat pukul 02.00 pagi. Walau matahari belum terbit, rombongan dari Kendal mendirikan tenda untuk beristirahat sejenak hingga menjelang matahari terbit.

Di bawah langit pagi yang masih temaram, lampu kota Dieng perpijar cantik, sesekali menghilang dilewati kabut. Nampak pula siluet Gunung Kendil, Gunung Bisma dan Gunung Pangonan dari kejauhan.

Kiki mengatakan Di puncak Prau, pendaki juga diizinkan berkemah yang sudah disediakan. Camp Area tersebut berada di bawahnya, sekitar 30 menit berjalan kaki dari puncak sambil melewati Bukit Teletubbies. “Ya, bukitnya memang menghijau segar, seperti yang ada dalam serial anak ‘Teletubbies’,”. Ujarnya.

Dari area camp area, golden sunrise berwujud lebih indah, lengkap dengan pemandangan Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Kembang.

Seorang pendaki cantik Destya menambahkan para pendaki diingatkan tidak meninggalkan sampah di alam agar tidak merusak lingkungan. “Pacar Aja Dibawa Turun, Masa Sampah Nggak,” katanya.

Keterangan foto : Rombongan Tadabbur Alam asal Kendal. (SKN/09)

Destya, salah satu di antara rombongan anak Tadabbur Alam asal Kendal yang ditemui Suarakeadilan.net mengatakan kalau ia sudah satu kali mendaki Prau. “Saya sudah pernah mendaki gunung Prau tapi beda pos pendakian, kali ini diajak rekan saya febri pemandangan dari pos pendakian Kalilembu ini tak pernah mengecewakannya. Banyak jalan yang landai dan tidak terlalu nanjak,” ungkapnya.

Dua gadis terlihat juga bersama mereka. Mila, dan Ifadah mengatakan kalau baru pertama kali mendaki gunung, dan bangga sekaligus senang bisa ke puncak Prau. “Pendakian yang berkesan, ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari pendakian ini,” ujar Mila. (CHY/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here