Baan Schower, Menantang Maut Dilintasan Baja

0
301
Keterangan Foto: WiWin Sanjaya( petugas lintasan KA dari Dishub Kendal) dan Sutarjo, sejenak berfoto bersama.

KENDAL – Bekerja sebagai Ban Schower atau petugas penilik jalan (PPJ) kereta api terlihat ringan dan sepele namun perannya sangat vital bagi keamanan perjalanan kereta api. Tidak peduli siang atau malam terik atau hujan, sang baan schower harus tetap berjalan menyusuri rel kereta api dengan segala resikonya.

Tugasnya memeriksa tiap jengkal lintasan untuk memastikan apakah kondisi lintasan aman atau tidak. suarakeadilan.net Kamis(05/07/2018) pukul 03.30 WIB berkesempatan menemui salah seorang baan schower di lintasan KA Desa Caruban Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal. 

Sutarjo (30) laki-laki asal Gambringan, Desa Tambirejo Kecamatan Toroh Kabupaten grobogan Jawa Tengah. Sutarjo telah menjalani profesinya sebagai Baan Schower sejak tujuh tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 2011.

Sehari-harinya dia menjalani tugasnya di lintasan kereta api antara stasiun Weleri Kabupaten Kendal hingga Desa Ngawensari Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal, yang berjarak kurang lebih 6 km, berada dalam lintasan stasiun Weleri – stasiun Kalibodri.”Pekerjaan saya memang melakukan pemeriksaan jalur KA pada pukul 03.30 WIB dari Ngawensari hingga stasiun Weleri dan pada sore harinya Sutarjo kembali memeriksa jalur KA dari stasiun Weleri ke Ngawensari,” jelasnya.

Dikatakan, pekerjaan sebagai baan schower atau petugas penilik jalan (PPJ) kereta api memang cukup berat dan beresiko tinggi namun saya sangat bahagia dan bangga manakala perjalanan kereta melintas dengan aman dan lancar, suka dan duka adalah bagian yang tak terpisahkan,”Walaupun berat harus dijalani dengan senang dan tekun,” tutur Sutarjo.(ADP/01) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini