Musim Hujan Berkepanjangan Sebabkan Harga Bawang Putih dan Cabe Rawit Naik Rp 20.000 Per kg

0
208

Batang – Harga sejumlah komuditi kebutuhan bumbu dapur saat ini tengah melambung tinggi di sejumlah pasar tradisonal diberbagai daerah. Bawang putih dan cabe rawit merah (cabe syetan) naik dikisaran rp 20 ribu per kilogramnya.
Kondisi seperti ini tengah berlangsung selama setengah bulan di pasar tradisional plelen gringsing kabupaten batang, jawa tengah, rabu (14/03/2018). Harga bumbu dapur mayoritas mengalami kenaikan yang cukup siginifikan. Kenaikan tertinggi yang mencapai Rp 20000, yakni harga bawang putih dari sebelumnya hanya Rp 20000, saat ini berubah menjadi Rp 40000 per kilogramnya. Kemudian harga cabe rawit merah atau cabe syetan dari sebelumnya hanya Rp 40000, kini menjadi Rp 55000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut menyebabkan para warga resah dan terpaksa mengurangi besaran belanja dari biasanya harus membeli 1 kilo gram saat ini hanya mampu membeli seperempat kilo saja. Seperti yang disampaikan oleh salah seorang warga, Darnoto, saat membeli cabe rawit merah atau bisa dikenal dengan cabe syetan. Ujaranya.
Sementara itu cabe rawit hijau naik delapan ribu rupiah dari sebelumnya dikisaran Rp 10000, kini mencapai Rp 18000 per kilogram. Bawang merah naik Rp 5000 dari Rp 20000 menjadi Rp 25000 per kilogram. Cabe merah teropong dari sebelumnya Rp 35000 menjadi Rp 45000 per kilogram. Cabe hijau teropong dari Rp 20000 menjadi Rp 25000 per kilogram. Sementara cabe merah kriting dari Rp 20000 menjadi Rp 25000 per kilogram, dan bawang bombay dari Rp 12000 menjadi Rp 15000 per kilogramnya.
Salah seorang pedagang mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan lantaran musim hujan yang menyebabkan banyak tanaman milik para petani mengalami gagal panen, sehingga mengakibatkan pasokan menjaid langka, terang marfuah, pedagang bumbu dapur.
Keterlibatan pemerintah dalam merespon gejolak tren kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat sangat segera dilakukan, sebelum bepengaruh lebih luas.(6)

Baca juga :  Wihaji Minta Pengurus PMI Gunakan Nurani dalam Bekerja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here