Perusahaan Fruity Tertarik Borong Jambu Getas Merah

0
649
Keterangan Foto: Kepala Dispermaspemdes Ir Subaedi didampingi Kades Plososari Suwardi memberikan keterangan terkait rencana kerja sama dengan Perusahaan Fruity.

KENDAL – Perusahaan Fruity tertarik memborong hasil produksi buah jambu getas merah yang selalu melimpah ruah di kabupaten Kendal, terutama pada daerah Kecamatan Patean, Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung (PSPP). Keinginan Perusahaan Fruity disambut positif Petani Jambu getas merah Kabupaten Kendal. Untuk menindaklanjuti kerja sama ini akan dilakukan MoU antara perusahaan Fruity dengan petani jambu getas merah yang fasilitasi Pemkab Kendal.

Kades Plososari, Suwardi sebagai perwakilan petani jambu getas merah usai pertemuan dengan perwakilannya Perusahaannya Fruity menuturkan tanaman jambu biji di desanya sangatlah melimpah. Tak ada waktu khusus untuk memanen, pasalnya jambu biji di daerahnya dapat dipetik kapan saja sepanjang tahun.”Harga jual jambu biji sangatlah fluktuatif, Harga dari petani kisaran dari 1500 hingga 5000.,” ujarnya.

Pihaknya sangat menyambut baik kerja sama ini karena akan membuat harga buah jambu getas merah jauh lebih stabil dan meningkatkan kesejahteraan para petani.”Dalam sebulan, petani jambu di Kendal sendiri dapat memanen buah jambu biji sebanyak 2410 ton. Hasil yang sangat banyak, karena pemetikannya sendiri dapat dilakukan dua kali dalam seminggu,” jelasnya.

Kepala Dinas Bapermasdes Kabupaten Kendal, Subaedi mengatakan dirinya dan para kades di wilayah kecamatan tersebut telah melakukan pertemuan dengan satu perusahaan minuman nasional untuk membicarakan kerjasama yang dijalin.”Sudah ada 8 desa yang ikut dalam perbicaraan kerjasama itu. Nantinya juga dibentuk dua Bumades (Badan Usaha Bersama Desa) agar mempermudah koordinasi dengan para petani,” terangnya.

Dikatakan, 8 desa itu adalah Plososari, Mlatiharjo, Pakisan Pagersari, Kalipakis, Pesaren, Trimulyo, dan Bringinsari. Menurutnya, saat ini perusahan tersebut dan desa sedang mendiskusikan mengenai detail dalam perjanjian yang dibuat. Bahkan perusahaan tersebut akan membangun pabrik pengelolahan tahap pertama di Kendal agar mempercepat proses pengolahan.”Namun petani tetap diperkenankan untuk menjual buah mereka kepada pengepul agar stok buah segar dipasar tetap ada,” katanya.

Ditambahkan, di Kendal ada 5000 lebih petani tang selama ini menggantungkan hidupnya darun hasil jambu getas merah, sehingga dengan rencana adanya kerja sama ini sangat disambut baik oleh petani. (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here