Diserang Sundep, Puluhan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso

0
335
Keterangan Foto. Petani tunjukkan padi yang di serang hama beluk dan sundep sehingga tidak berisi atau gabuk.

KENDAL – Diserang hama pengerek batang alias sundep, 20 satu  hektar  tanaman padi di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Kota Kendal, terancam puso. Akibatnya petani akan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Agar serangan hama tidak meluas, petani dibantu Babinsa Koramil 01 Kendal, melakukan penyemprotan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman padinya tersebut.

Salah seorang petani, Sunarno menjelaskan, hama jenis sundep atau belok merupakan hewan pengerek batang yang paling banyak menyerang tanaman padi petani. Hama sundep atau belok ini berasal dari tetasan telur hewan caper. Telur-telur dari hewan caper yang menempel pada daun tanaman padi yang menetas itu kemudian menyerang batang padi sehingga mengakibatkan putusanya mata rantai makanan yang diserap akar yang menjalar melalui batang tidak sampai pada buah padinya. Sehingga buah padi menjadi gabuk (tidak terisi,) kemudian kering dan mati.

Agar tidak meyebar serangan hama sundep itu upaya penyemprotan hama pun dilakukan, akan tetapi hal itu tidak membuncahkan hasil maksimal, karena sundep atau belok itu tidak mati karena keberadaanya bersembunyi di dalam batang tanaman padi.

Dikatakan, saat ini tanaman padi petani sudah berusia 90 hari namun banyak padi yang  gabuk atau tidak berisi akibat serangan hama ini. Menurut Sunarno, salah satu dampak tingginya  harga  beras  adalah  gagalnya  para  petani  untuk panen padi.

Puluhan tanaman padi  itu terserang hama sehingga hal itu akan mempengaruhi terhadap jumlah dari panenan pad. Pada panen padi tahun lalu, dari 21 hektar tanaman padi itu, setidaknya satu hektarnya mampu menghasilkan panenan padi sebanyak 10 ton. Dengan  adanya serangan hama  padi ini hasil petani menuruh  hingga  60  persen.“Karena tanaman padi di serang hama wereng dan  sundep makan  hasilnya  dalam  satu hektap  hanya  4 ton,  pada  posisi normal  bisa  10 sampai  11 ton per hektar,” kata Sunarno.

Babinsa Koramil 01 Kendal, Serka Agung yang melakukan pendamping petani, mengatakan, siap membantu petani dalam mencarikan solusinya antisipasinya pada masa tanam berikutnya. Pihaknya mendatangkan produsen obat untuk memberikan sosialisasi kepada petani penanggulangan hama pada tanaman padi.”Saya datangkan produsen obat untuk mengedukasi petani bagaimana membasmi hama penyerang tanaman padi. Hal lainya juga membantu petani dalam penyiapan lahan, penanaman, penyemprotan dan panen padi,” kata  Serka Agung. (1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here