Menurutnya, tradisi ini berjalan setiap tahun karena kedua tokoh Islam besar itu memang sangat dekat dan ngayomi pada masyarakat. Diceritakan, suatu hari kyai Rukyat seperti merenung karena belum mempunyai keturunan dan nasihat teman-teman sesama kyai.” Disampaikan Kyai Rukyat, sabarlah , bahwa Gusti Allah belum memberikan keturunan akan tetapi putra putri panjenengan adalah santri santri yang nenyebar di pelosok negeri , putra putri mu adalah masyarakat luas,” nasihat temanya sesama kyai.
Gus Alam menyampaikan, alhamdulillah hingga kini masyarakat tetap menpertahankan tradisi haul ini bahkan kian hari kian berbondong dan berduyun karena semakin banyak masyarakat yang mengagumi dan mencintai ulama besar ini.”Ini kami semua putra putri panjenengan Kyai Rukyat , Mbah Musyafa. Meski panjenengan telah pindah alam tapi kami selalu mendoakan panjenengan, semoga berkah dan ajaran panjenengan Kyai Rukyat dan Mbah Wali Musyafa tansah lumintu mewarnai tatanan ahlisunnah waljamaah sepanjang masa hususnya Kaliwungu Kendal,” doanya.
Menurut Gus Alam, apabila ada Ulama tidak punya keturunan maka keturunan nya adalah santri dan masyarakat, seperti contoh di Kaliwungu ini.”Alhamdulillah dengan haul, menghadirkan kembali semangat pengabdian dan perjuangan para Ulama Salafus Sholeh, walau mereka telah berpindah alam, mahabbah mempertahankan ajaran nya adalah wajib bagi kita , karena meraka warotsatul anbiyaa,” jelasnya.
Salah satu peserta khaul, Hendro (39) Warga Kaliwungu mengatakan semangat mengikuti khaul dua kyai karismatik di Kaliwungu ini karena sebagai bentuk terima kasih atas perjuangan dua ulama besar ini dalam syiar Islam di Kaliwungu.“Saya ikut khaul sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas jasa beliau dalam menyebarkan Islam di Kaliwungu,” ujarnya. (1)














































