Mustagfirin warga Gang Jujur Kelurahan Pekauman kendal mengatakan, sejak November lalu setidaknya sudah empat kali banjir melanda kampunya.“Air mulai masuk habis subuh dan terus meninggi. Kalau Desember ini yang pertama sedangkan November lalu sudah tiga kali,” katanya.
Meski ketinggian air mencapai 50 centimeter namun warga tetap bertahan di rumah dan membendung rumah dengan karung ataupun kayu agar air tidak masuk kedalam rumah. Karena sudah menjadi langganan warga tidak mengungsi dan tetap beraktivitas meski terganggu.
Banjir akibat luapan sungai Kendal ini biasanya akan surut jika bendungan Trompo debit airnya surut. BPBD Kendal masih mendata jumlah kerugian akibat banjir dan terus memantau wilayah selatan Kendal. Kasi kedaruratan dan logistik Badan Penaggulangan Bencana Kabupaten Kendal, Slamet mengatakan, banjir yang menggenagi pemukiman, tidak separah banjir sebelumnya bahkan pagi ini sudah mulai surut.
“Dari delapak Kelurahan yang terdampak banjir dua kelurahan yang paling parah yakni di kelurahan Patukangan san Pekauman Kendal, ” kata Slamet. (1)















































