Kendal Ditetapkan KLB Difteri

0
768
Ratusan balita di suntik vaksin difteri, di lingkungan rumah korban dan teman sekolahnya.

Kendal – Meski baru ditemukan satu kasus di Kendal namun sudah ditetapkan  sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Untuk mengantisipasi penularan penyakit ini, ratusan anak-anak usia balita, di sekitar rumah duka pasien difteri M. Rindata Adi Nugraha (4) balita asal RT 3 RW 1 Dusun Sambunganlor Desa Sambungsari, Kecamatan Weleri,Kendal diberi faksi anti difteri.

Teman sekolah dan tetangga korban antri menunggu giliran mendapatkan  suntikan vaksin difteri. Pemberian vaksin difteri ini dilakukan, untuk mencegah penyebaran bakteri difteri karena penyakit ini mudah sekali menular lewat udara. Banyak balita yang menangis hsiteris saat disuntik vaksi petugas dari puskemas Weleri. Vaksinasi difteri itu menyusul ditetapkannya kendal sebagai salah satu, daerah kejadian luar biasa difteri setelah seorang warganya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr Sri Mulyani SpA mengatakan, setelah menerima kabar ada warganya yang meninggal akibat difteri, petugas melakukan penyelidikan di lapangan. Dari pemeriksaan pasien dan lingkungan,maka perlu dilakukan pencegahan dengan vaksin.

Sasaran vaksin sendiri yakni, balita di sekitar rumah pasien dan teman-teman sekolah, kemarin. Vaksinasi dilakukan di Desa Sambungsari Weleri, dan Paud Penaruban tempat pasien sekolah.“Setelah   mendengar ada  korban  difteri   kami langsung membentuk tim dan  melakukan  investigasi serta  imunisasi pada   balita  di  sekitar  rumah  duka pasien  difteri, serta  melakukan laporan ke   dinkes  pusat” kata  Sri Mulyani.

Dinas kesehatan sendiri akan mempersiapkan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit, mengantisipasi masuknya pasien penderita difteri ini. Langkah ini dilakukan karena penyebaran bakteri difteri sangat cepat, khususnya melalui udara.

Dikatakan, Ibu yang mengantarkan anaknya vaksin, diberi pengarahan tentang cara menanggulangi penyakit itu, termasuk gejala awal yang timbul dari penyakit ini. Setelah itu satu-per satu anak dan balita disuntik vaksin difteri secara gratis, di Balai desa Sambungsari Weleri.

Vita salah satu orangtua balita mengatakan, anaknya sudah mendapatkan imunisasi lengkap. Namun untuk mencegah tidak terkena difteri, rela antri untuk mendapatkan vaksin ini.

“Selama  ini belum  di  imunisasi tapi  sudah di imunisasi  di posyandu  tapi sudah lama tidak di imunisasi,mudah mudahan tidak  kerkena  difteri, ”kata Vita. (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here