Bersenggolan Di Tempat Karaoke, Feri Tewas Ditusuk

0
1431
Ke enam tersangkas diamankan pihak kepolisian

KENDAL – Hanya gara-gara bersenggolan dan saling lirik, Ferry Widiyanto (29) warga Boja, Kendal, tewas setelah dianiaya dan ditusuk sejumlah pengunjung karaoke Gading asri, Boja pada Rabu (13/12) dini hari. Ferry tewas setelah mendapat dua tusukan benda tajam di dada sebelah kiri sebanyak dua kali. Nyawa Ferry tidak tertolong meski sempat dibawa ke puskesmas. Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar membenarkan kejadian itu. Menurutnya, motif pelaku menganiaya korban karena mereka saling melirik setelah bersenggolan sehingga terpancing emosi.” Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif kepada para tersangka,” Dijelaskan kesemua tersangka langsung kabur setelah menganiaya korban dan bersembunyi dirumah salah satu tersangka. Kepolisian mendapat informasi langsung mendatangi lokasi dan mengamankan para tersangka di tempat mereka kumpul. Polisi sempat mengamankan sembilan orang, dua wanita, tujuh pria, namun setelah dilakukan pemeriksaan, hanya enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka. “Kami akan mendalami kasus ini karena dimungkinkan munculnya tersangka baru, karena ada satu teman tersangka yang tidak melakukan pengeroyokan,” jelasnya.. Ditambahkan, keenam tersangka yang diamankan yaitu, Yepta, Eko Cahyo, Dwi Cahyo, Oki Adianto, Yeshua dan Alfa yang kesemuanya warga Boja.”Nantinya para keenam pelaku akan dijerat pasal berlapis yaitu pasal 170 dan 351 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun penjara,” ujarnya. Pingsan Salah satu korban penganiayaan, Eko Minggo, teman Ferry menjelaskan, saat itu dirinya baru keluar dari toilet, kemudian bersenggolan dengan satu tersangka ( Eko Cahyo), karena sama mabuknya jadi terpancing emosi. Kemudian, dirinya dikeroyok sejumlah pengunjung karaoke hingga pingsan, bahkan matanya juga terluka sehingga memerlukan perawatan intensif.”Mendengar ada cekcok Ferry keluar dari ruang karaoke. Tersangka lain pun keluar juga selanjutnya para tersangka menganiaya kami berdua,” ujarnya. Menurut Minggom setelah dirinya pingsan maka Ferry yang menjadi sasaran para tersangka. Ferry yang sudah jatuh, masih dipukuli oleh para tersangka. Dikatakan, Satu tersangka yang bernama Yepta mendekati Ferry dengan membawa pisau lipat.”Selanjutnya Yepta langsung menusuk dada Ferry sebanyak dua kali,” ujarnya. Taufik, teman korban yang juga saksi menuturkan dirinya hendak melerai karena dirinya melihat Minggo sudah terkapar tidak sadar dan Ferry tengah dipukuli,”Ferry yang sudah berdarah-darah masih dipukuli. Saya berusaha melerai dan memanggil keamanan. Selanjutnya para tersangka pergi kabur meninggalkan lokasi,” ujarnya. Melihat Ferry berdarah dia berusaha menolong. Dilihat tubuh Ferry sudah lemas, darah pun masih mengucur dari tubuh Ferry.Kami berusaha membawa Ferry ke puskesmas tapi nyawanya tidak tertolong,” ujarnya. (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here