Takut Jebol, Warga dan Pemdes Kebonharjo Swadaya Perbaiki Tanggul Yang Longsor

0
5

KENDAL – Intensitas hujan yang tinggi selama dua bulan terakhir, mengakibatkan tanggul Kali Bodri yang belum lama diperbaiki Pemkab Kendal secara semi permanen mengalami longsor. Warga yang trauma banjir akibat tanggul jebol, sudah seminggu ini swadaya memperbaiki tanggul yang longsor.

Kades Kebonharjo, Edi Lukman mengatakan warga sepakat iuran untuk perbaikan tanggul karena kondisinya sudah menghawatirkan. Dijelaskan ahir Desember lalu ketinggian Bendung Juwero di angka 200 m namun sudah membuat tanggul Kali Bodri yang belum lama diperbaiki Pemkab Kendal longsor. “Seharusnya statusnya masih aman, ternyata malah membuat longsor. Selain itu, jenis longsoran juga berbahaya. Yang longsor adalah tanggul paling bawah. Kalau tidak segera ditangani akan menarik tanah diatasnya. Sehingga malah akan semakin menghawatirkan,” jelas Edi Lukman.
Menurutnya, anggaran untuk pekerjaan ini murni swadaya dari masyarakat. Karena ketika kita komunikasi dengan PSDA Kali Bodri Jateng, menyatakan belum ada anggaran. Sedangkan anggaran desa setelah adanya pengurangan alokasi, tidak bisa mengcover seluruh biaya perbaikan. “Semua warga Kebonharjo, diwakili BPD dan perwakilan RW sepakat untuk urunan bersama. Karena butuh biaya besar, tetapi tidak anggaran dari pemerintah. Karena dianggap tidak prioritas,” imbuh Edi Lukman.
Pekerjaan perbaikan ini nantinya berupa pemasangan trucuk bambu dan jumbo bag di sisi dalam tanggul bawah. Volume pekerjaan sekitar 50 m. Adapun teknis pengerjaan dan pekerja diserahkan ke team PSDA Kali Bodri Provinsi Jawa Tengah. “Pekerjaan ini tidak bisa ditangani warga bareng bareng. Karena memang butuh teknis khusus,” terang Edi Lukman.

Tanggul Permanen
Sementara itu, Perkumpulan PETAK BODRI Arif Fajar Hidayat sangat menyambut baik kegiatan swadaya ini. ” Setelah kemarin Desa Cepiring, Desa Kebonharjo berlanjut Desa Lanji dan Desa Purwosari. Sebenarnya kesadaran warga sangat tinggi. Cuma memang kita tidak tahu sistem penganggaran pemerintah seperti apa. Kok bisa bisanya hal darurat tidak segera ditangani,” imbuh Arif Fajar Hidayat.”Kita tidak tahu alasan pemerintah Provinsi tidak segera turun tangan gerak cepat memperbaiki tanggul yang rusak. Padahal sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Tengah sudah meninjau lokasi dan berjanji akan memperbaiki tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” tegasnya. Untuk itu ke depan sesuai janji Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin terkait alokasi anggaran 2026 untuk tanggul permanen akan terus dikawal hingga terealisasi. “Kami bersama kepala desa yang tanggul kritis yaitu Desa Cepiring, Desa Kebonharjo, Desa Lanji akan terus menagih janji realisasi tanggul permanen,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini