Protades Indonesia Kerjasama Kecamatan Sukorejo Launching Sate Angsa

0
103

KENDAL – Protades Indonesia Kerjasama Kecamatan Sukorejo melaunching Sistem Perencanaan Terintegrasi Pembangunan Desa (Sate Angsa) di Aula Kantor Kecamatan Sukorejo, Rabu (30/11/22).

Camat Sukorejo, Tejo Pramono Sakti SIP mengatakan selama ini Pemerintah Desa kesulitan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk itu muncul ide aplikasi Sate Angsa untuk mempermudah perencanaan penganggaran sampai penetapan.”Fungsi aplikasi Sate Angsa untuk mempermudah pemerintah Desa dalam menyusun perencanaan APBDes agar tidak menyalahi aturan,” katanya.

Dijelaskan biasanya Desa mengalami kendala seperti RPJM Desa dan RKP Desa disusun belum mendasarkan atau tidak sesuai dengan perundang undangan dan peraturan yang ada, sperti Undang Undang No. 6 tahun 2014 tentang desa, Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi no. 21 tahun 2020, Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 2 tahun 2016 tentang IDM (Indek Desa Membangun). Belum adanya sistem (APLIKASI) yang terintegrasi dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa.”Yang paling memprihatinkan, penyusunan perencanaan pembangunan desa hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai syarat pencarian dana desa,” ungkapnya.

Kepala Bapermaspemdes, Yanuar Fatoni SSTP mengatakan sangat mengapresiasi dilaunchingnya Sate Angsa, karena akan mempermudah Pemerintah Desa dalam menyusun Perencanaan hingga pelaporan APBDes.

    Keterangan Foto: Kades, Sekdes dan Bendahara desa mengikuti se-Kecamatan Sukorejo mengikuti launching aplikasi Sate Angsa.

Dikatakan, biasa ada tiga masalah muncul dalam perencanaan desa yaitu pertama kurang singkron perencanaan jangka pendek menengah dan penganggaran di desa.”Harus singkron antara perencanaan menengan, pendek dan penggaran,” jelasnya.

Kedua, usulan dari Pemdes tidak sesuai dengan kewenangan sehingga sulit direalisasikan dan ketiga usulan desa tidak sesuai dengan judul yang ada di SK Bupati.”Pemerintah Desa harus bisa memetakan permasalahan apa, potensinya apa muncul program kerja.

Sementara CEO Protades Indonesia, Juni Prayitno mengatakan problem menyusun perencanaan yang ada di desa menginisiasi puhakbya bersama Kecamatan Sukorejo untuk menyusun Sate Angsa agar perencanaan lebih mudah dan terintegrasi.”Semoga aplikasi Sate Angsa bermanfaat bagi Pemerintah Desa di kecamatan Sukorejo khususnya dan masyarakat Kendal pada umumnya,” katanya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here