Gelar Charity Run, Satu Kata Peduli Ajak Masyarakat Berdonasi Untuk Pembangunan SLB Mutiara Bangsa

0
123

KENDAL– Sebanyak 12 pelari dari enam komunitas akan lari sejauh 75 KM dari Semarang menuju Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Bangsa di Desa Patean, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

Lari bertitel Charity Run Satu Kata Peduli ini, merupakan kegiatan sosial untuk menggalang dana yang hasilnya akan disumbangkan untuk pembangunan SLB Mutiara Bangsa yang menampung 42 anak berkebutuhan khusus dari berbagai wilayah di Kecamatan Patean dan sekitarnya.

Owner Satu Kata, Marcelli Lianawaty MM juga Kordinator Satu Kata Peduli mengatakan, rencananya, Charity Run akan dilakukan pada tanggal 16-17 Agustus 2020 nanti. Menempuh jarak 75 kilometer, dari Semarang menuju Sukorejo, Kendal, yang melibatkan 12 pelari dari 6 komunitas.Satu Kata Peduli“Tujuan kegiatan ini memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-75 sekaligus mengumpulkan donasi yang akan digunakan untuk membantu meringankan biaya pembangunan SLB Mutiara Bangsa,” ujar Marcelli, Minggu (02/08/2020).

Dikatakan setiap harinya, anak-anak berkebutuhan khusus itu mendapat pendampingan para guru dalam mengikuti pelajaran. Namun sayangnya, dalam waktu dekat ini anak-anak berkebutuhan khusus itu harus pindah tempat belajar karena ada pembangunan di sekolah tersebut. Untuk membantu dan
mendukung kegiatan dari Mutiara Bangsa yang nendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di daerah ini, agar bisa terus sekolah itu juga menjadi harapannya.

Dirinya mengungkapkan, anak-anak yang belajar di SLB Mutiara Bangsa sangat bersemangat untuk belajar. Beberapa di antaranya terlihat sudah sangat mandiri.”Bahkan beberapa anak mampu berprestasi tingkat nasional, khususnya dalam bidang olahraga,” jelasnya.

Tercatat, ada tiga atlet difabel cabang renang yang dihasilkan oleh SLB Mutiara Bangsa, dua di antaranya akan mewakili Kabupaten Kendal di lomba tingkat nasional.
“Anak-anak ini membutuhkan bantuan kita, untuk nantinya tetap bisa bersekolah. Saya suka dengan program Mutiara Bangsa ini, karena punya misi untuk memandirikan,” ungkapnya.

Atas keadaan itulah, Marcelli bersama teman-teman yang tergabung dalam Satu Kata Peduli ingin mengadakan suatu Charity Run yang nantinya akan membantu meringankan biaya pembangunan SLB tersebut.“Dengan segala keterbatasan yang ada, tetaplah berdampak. Baik untuk keluarga, untuk Indonesia dan untuk masyarakat di sekitar kita. Maka hidup yang hanya sekali ini, marilah kita berusaha jadi yang berarti,” imbuhnya.

Marcelli mengajak masyarakat Kendal dan sekitarnya untuk ikut berdonasi melalui link donasi, www.ayobantu.com/p/satukatapeduli-kendalrunners,”Ayo bersama membantu dengan cara berdonasi untuk pembangunan SLB Mutiara Bangsa di Patean.

Ketua Yayasan Mutiara Bangsa, Nina Dewi Nurchipayana mengatakan, keadaan rumah kontrakan yang sangat sederhana sebagai tempat belajar mereka, harus pindah pada bulan Oktober ini. Dikarenakan masa kontrak rumah yang dimanfaatkan untuk SLB tersebut sudah habis.
Dijelaskan, tidak jauh dari sekolah lama, tanah seluas 2.000 m2 sudah disiapkan untuk dibangun dengan konsep alamnya sebagai ganti. Namun kendala biaya untuk pembangunan menjadi masalah utama pihak sekolah.“Ini adalah pekerjaan kita bersama. Mutiara Bangsa adalah rumah bagi anak berkebutuhan khusus,” ujar Nina. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here