Jual Telor Bibit, Distributor Digerebek Satgas Pangan Polda Jateng

0
2060

SEMARANG – Tim Satgas Pangan Polda Jateng menggerebek distributor telor bibit yang berada di Kelurahan Karangmalang Kecamatan Gunung Pati. Belasan ton sudah berhasil dijual dalam beberapa minggu terakhir. Ribuan butir telor yang siap jual diberi garis polisi, sementara distributor dibawa ke Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng untuk dimintai keterangan lebih lanjut, Kamis (14/05/2020). Penggerebekan dipimpin Panit 1 Unit 1 Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Jateng selaku Katim Satgas Pangab Iptu Akhmad Komarul Huda SH.

Distributor telor putih, Dani Siswoyo mengatakan sejak pandemi corona dirinya mulai jualan telor putih. Dikatakan, dirinya dapat telur dari Kediri Jatim. Sampai hari ini sudah belasan ton telor putih yang dijual.”Kebanyakan yang ambil telor mereka yang pengangguran dan terkena PHK, jadi buat tambahan dalam karena mereka tidak ada pemasukan,” ujarnya.

Dijelaskan, para pengecer mengambil telor dengan harga Rp 14-15 ribu/kg, sedangkan rata-rata mereka menjual dengan harga Rp 17 ribu/kg.”Saya pernah dikirimi telor dari Cilacap namun ditolak karena barang yang tidak bagus,” jelasnya.

Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Kendal H Suwardi mengatakan belakangan ini banyak beredar telur warna putih yang seharusnya bibit ayam tapi jual umum kepada masyarakat. Akibatnya banyak pihak yang dirugikan, diantaranya masyarakat rugi karena telor uang dibeli banyak yang tidak bisa dimasak karena telor susah mau menetas. Sedangkan bagi peternak ayam mengalami kerugian yang sangat besar karena harga telor konsumsi menjadi turun.

Sejak peredaran telor bibit tersebut di tengah masyarakat, para peternak petelur mengalami kerugian per kilo Rp 3000- Rp 5000. Dijelaskan, penjualan telor bibit ayam ituelanggar UU No 18 tahun 2018 dan permentan 32 tahun 2017 tentang pangan.

Tim Satgas Pangan Polda Jateng memeriksa sejumlah pedagang telor putih di sepanjang Ngalihan hingga Mijen, Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat tidak membeli telor bibit karena bukan untuk konsumsi.”Cirinya mudah jika dilihat dari kulit warnanya putih dan tidak tahan lama sudah ada bibit anak ayamnya dalam beberapa hari saja,” ujarnya.

Salah satu penjual telor bibit, Nova mengaku baru tau kalau telor putih tidak boleh dijual untuk umum. Dikatakan, telor itu dijual sehaega Rp 17 ribu/kg.“Banyak masyarakat yang membeli telor ini karena harganya lebih murah dibanding telor coklat,” jelasnya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here