Wihaji Labrak PLTU, Minta Managemen Patuhi Protokoler Covid 19

0
14

BATANG – Bupati Batang bersama Forkompimda mendatangi kantor manajemen PLTU Batang yang dinilai masih setengah hati dalam bekerjasama dengan pemda Batang, Jawa Tengah, terkait penanganan pandemi Covid-19. Tim gugus tugas yang melakukan assesmen dengan mengecek lokasi proyek tersebut Senin (30/03/2020) siang, masih menemukan beberapa rekomendasi yang diajukan belum dilaksanakan sepenuhnya oleh pihak menejemen PLTU.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Batang, Wihaji dan tim gugus tugas yang terdiri dari Sekda, Kapolres, Dandim, Kajari, dan Kepala Dinkes Batang yang disupervisi oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, melakukan assesmen dengan mengecek langsung lokasi mega proyek nasional tersebut.

Dalam assesmen tersebut PLTU belum sepenuhnya menjalankan rekomemdasi yang diajukan oleh tim gugus tugas, seperti belum dibukanya data lengkap pekerja dari luar batang sebanyak 70 persen dari populasi pekerja PLTU Batang yang mencapai 12 ribu orang, termasuk belum terpenuhinya ruang isolasi mandiri yang seharusnya disediakan oleh perusahaan.

Dikatakan, manajemen PLTU belum sepenuhnya serius bekerja sama dengan Pemda Batang dan tim gugus tugas yang menangani Pandemi Covid-19 atau virus corona. Dalam kesempatan assesmen tersebut Bupati Batang Wihaji sempat mewarning pihak PLTU untuk memberikan jawaban kesanggupan menyediakan ruang isolasi mandiri bagi pekerja. Bupati beralasan ribuan pekerja PLTU Batang yang berasal dari luar Batang atau pendatang berpotensi ODP.” Manajemen PLTU diwajibkan mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat maupun Provinsi dan daerah,” terangnya.

Di Kabupaten Batang perkembangan jumlah ODP mengalami peningkatan menjadi 202 orang, meningkat lebih tinggi dari sehari sebelumnya 195 orang. Sedangkan jumlah PDP juga mengalami peningkatan dari sebelumnya 4 orang menjadi 9 orang.(UJ/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here