Pemdes Kangkung bersama UPGRIS Gelar Pelatihan Pembuatan Abon

0
78

KENDAL – Pemerintah Desa (Pemdes) Kangkung bekerjasama dengan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar acara pelatihan pembuatan abon dari ikan lele. Acara dilaksanakan di Aula Desa Kangkung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Rabu (05/02/2020). Kegiatan dihadiri sekitar 70 Orang, mulai dari kelompok budidaya lele, IPNU dan IPPNU, karangtaruna Pemuda Desa Kangkung (PADUKA), perwakilan masyarakat dan tamu undangan.

Alasan Pemdes Kangkung dan UPGRIS mengadakan pelatihan pembuatan dari bahan olahan ikan lele, melihat adanya potensi di Desa Kangkung yang selama ini belum terjamah untuk di eksplor. Tujuannya agar masyarakat memiliki keahlian dan nilai tambah terhadap lele.”Selama ini lele hanya dijual ke pasar, tapi sekarang diolah menjadi produk makanan, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” jelasnya.

Fahroji selaku PJ Kepala Desa Kangkung mengungkapkan sangat support terhadap inovasi dari KKN UPGRIS dari bahan olahan ikan lele. Dirinya berterima kasih sudah diberikan terobosan baru, sehingga bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat. “Selama ini masyarakat terkendala dalam penjualan. Pelatihan ini, semoga bisa menambah ilmu, wawasan, terobosan baru bagi masyarakat sehingga bisa menaikkan penghasilan”jelasnya.

Fahroji mempersilakan jika Tim KKN UPGRIS ingin mengeksplor potensi desanya selain ikan lele. Melihat keberhasilan warga Dusun Balong,”Saya berharap kedepan masyarakat bisa tertular dan tertarik untuk budidaya ikan lele. Semoga Dusun Krasak, Tegalsari dan Dusun Krajan segera mengikuti keberhasilan warga Dusun Balong,”imbuhnya.

Umar Hafid selaku pemateri mengemukakan, masyarakat sangat antusias dan respon terhadap pelatihan mulai dari materi sampai pembuatan selesai. Materi yang diajarkan sangat simpel dan mudah seputar keunggulan dan manfaat dari ikan lele saat dibuat olahan produk makanan atau cemilan,”Ikan lele sangat ramah lingkungan, tidak ada limbah dari daging, kulit dan tulang. Semua bisa diolah menjadi produk makanan atau cemilan sehari-hari dan memiliki gizi yang baik”, terangnya kepada jurnalis Suarakeadilan.net.

Dirinya mengaku sangat senang bisa bertatap muka dan sharing kepada masyarakat,”Semoga ilmu ini bermanfaat bagi masyarakat dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sendiri maupun dalam kelompok petani lele, sehingga saat panen raya bisa dijadikan usaha yang mempunyai aneka produk,” paparnya.

Program ini, bagi pemuda sangat bermanfaat di era digital. Pemuda saat ini butuh dilatih yang namanya cara untuk marketing online maupun offline yang baik. Setiap anak muda punya akses di sosial media. Minanul Aziz perwakilan dari PADUKA berharap adanya dukungan dari Pemdes untuk memberikan pembinaan lebih lanjut agar bisa berwirausaha. “Saya sangat senang adanya pelatihan ini, saya mewakili karangtaruna berharap ada support atau wadah bagi pemuda untuk membentuk kelompok-kelompok binaan agar bisa menjalankan usaha bersama-sama memajukan Desa Kangkung,” Harap Aziz. (AR/01).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here